UNY akan Menuju World Class University

JOGJA-Perguruan tinggi di Indonesia sedang berlomba-lomba menuju World Class University (WCU), salah satunya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Publikasi internasional menjadi faktor penting untuk dapat meraih prestasi ini.
Hal tersebut disampaikan Rektor UNY Sutrisna Wibawa dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Strategi Menuju WCU versi QS di UNY, Rabu (12/12). QS merupakan singkatan dari Quacquarelli Symonds yang merupakan lembaga riset yang bergerak di bidang pendidikan tinggi.
Pada 2025 UNY akan mencanangkan diri sebagai WCU sehingga FGD ini dapat menjadi penyemangat civitas akademika untuk meraihnya. Sutrisna mengatakan bahwa keaktifan kampus membuat publikasi internasional sangat berpengaruh dalam meraih WCU. Publikasi juga berdampak pada reputasi akademik.
”Untuk meningkatkan sitasi, UNY mendorong dosen yang mau menulis untuk diindekskan di Scopus agar menyitasi paper dosen UNY yang sudah terindeks. Sedangkan untuk reputasi akademik, seluruh narasumber serta ketua panitia seminar harus tetap menjalin network yang baik dengan narasumber luar negeri,” katanya, Rabu (12/12).
Kasubdit Pembelajaran Khusus Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Uwes Anis Chaeruman mengatakan salah satu cara menuju WCU adalah dengan cara mengejar perankingan UNY versi QS. “Amanah dari Belmawa [Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan] mohon digunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan untuk menuju WCU, salah satunya dengan persiapan mengikuti akreditasi internasional,” kata Uwes Anis.
Menurutnya ada enam indikator QS, salah satunya academic review dan employee review yaitu survei kepada para mitra akademik dan pengguna lulusan. Indikator yang lain adalah sitasi dimana dosen harus lebih produktif dalam publikasi internasional karena penelitian dikatakan belum 100% jika belum masuk ke jurnal.
Rasio dosen dan mahasiswa juga harus lebih kecil serta harus ada dosen dan mahasiswa internasional paruh atau penuh waktu. Untuk mencapai indikator tersebut bukanlah hal yang mudah tapi merupakan tantangan. Kemenristekdikti mendukung UNY untuk bersama-sama menuju WCU dengan tupoksi masing-masing.
Reputasi akademik memiliki bobot terbesar dalam World University Ranking, selain itu ada sitasi dan rasio dosen-mahasiswa. Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Kadarsyah Suryadi mengatakan ITB mengalami pasang surut ranking dalam pemeringkatan ini. Menurutnya strategi penyelesaiannya dengan peningkatan program penelitian, pengembangan program internasional serta reputasi akademik, dan peningkatan koordinasi antar unit. (JIBI/Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)