Aplikasi SMKN 1 Giritontro Berjaya

RUDI HARTONO

WONOGIRI—Kelompok siswa SMKN 1 Giritontro, Wonogiri, menciptakan aplikasi Panri untuk membantu para petani. Panri yang merupakan akronim dari “panen pari” telah tersedia di Playstore Android dan 30 pengguna memberi rating 4,9 bintang.
Karya mereka masuk tiga besar aplikasi terbaik kategori sustainable agricultural challenge dalam ajang Google Development Challenge, 6-7 Desember lalu.
Aplikasi pertanian itu kali pertama lahir atas ide, Roman Aqviriyoso, kelas XII Teknik Komputer Jaringan (TKJ) 2. Dia kemudian membuat kelompok bersama Alexzander Purwoko Widiantoro, kelas XI TKJ 1; dan Anggi Mundita Wangi, kelas XII TKJ 3. Dua siswa lainnya Bagus Cahyono, kelas XII TKJ 2 dan Wahyu Catur, kelas XI TKJ 3.
Saat ditemui Koran Solo di sekolah, Selasa (11/12), Roman menjelaskan Panri merupakan aplikasi untuk mendiagnosis penyakit dan hama padi. Menurut dia langkah identifikasi penting agar petani dapat mengatasinya masalah yang timbul dengan cepat, sehingga tanaman padi bisa diselamatkan.
“Aplikasi ini juga dilengkapi cara penanggulangan sesuai penyakit atau hama yang terdiagnosis. Data-data mengenai penyakit dan hama ini kami peroleh dari BPP [Balai Penyuluh Pertanian] Giriwoyo [Wonogiri]. Kami akan terus mengembangkannya,” kata Roman didampingi temannya, Alexzander.
Aplikasi ini dibuat sederhana agar mudah dipahami dan digunakan. Roman mencontohkan, setelah aplikasi dibuka, pengguna akan langsung diberi pilihan, yakni mulai diagnosis, diagnosis gambar, cara menanggulangi, dan info penyakit. “Pengguna tinggal mengeklik sesuai gejala yang terjadi pada tanaman padi. Sampai pada akhirnya nanti pengguna akan mendapatkan diagnosis penyakit tertentu. Pengguna juga akan mendapatkan penjelasan umum mengenai penyakit tersebut sekaligus cara penanggulangannya,” imbuh Roman.
Roman melahirkan ide membuat aplikasi pertanian itu saat akan mengikuti lomba karya ilmiah remaja (KIR), September lalu. Ide tersebut muncul dari kondisi umum bahwa mayoritas penduduk Wonogiri adalah petani. Untuk mewujudkannya dia menggandeng empat temannya yang bisa membuat program. “Aplikasi jadi November lalu. Kebetulan saya bisa membuat program meski masih sederhana. Saya merasa tertantang dengan ide Roman, jadi ikut gabung. Lalu kami ikut lomba yang digelar Google. Alhamdulillah dapat tiga besar. Lawannya anak kuliah semua dari seluruh Indonesia. Yang pelajar hanya dua kelompok,” ucap Alexzander.
Guru Fisika SMKN 1 Giritontro, Purwari Puji Rahayu, mengatakan sekolah sangat bangga dengan prestasi yang diukir. Prestasi ini membuktikan mereka mampu mengaplikasikan ilmu program studi (prodi) TKJ. Prestasi mereka tak terlepas dari bimbingan Kepala Prodi TKJ, Anggoro Rindra. (JIBI)