HASIL SURVEI INTERNAL PHRI SOLO Okupansi Perhotelan Meningkat

SOLO—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo menyatakan dari hasil survei internal yang dilakukan kinerja perhotelan selama 2018 meningkat dibandingkan tahun lalu. Banyaknya pembangunan infrastruktur di sekitar Solo, perhotelan akan semakin berkembang.
Perwakilan PHRI Solo Bidang Humas dan Promosi, yang juga General Manager The Alana Hotel, Sistho A. Sreshtho, mengatakan ada peningkatan untuk city occupancy sebanyak 3%-5% dibandingkan tahun sebelumnya. ”Untuk 2018 ini bisa dibilang mengalami kenaikan. Pertumbuhan cukup baik. Dari internal survei kami, di Alana, untuk rata-rata okupansi di Solo bisa sampai 58%-60%. Tergantung level hotelnya. Ini cukup baik. Di tahun lalu perhitungan kami ada di sekitar 55%. Ada peningkatan 3%-5%,” kata dia kepada wartawan, Kamis (13/12).
Namun, dia berharap persentase okupansi tersebut bisa lebih tinggi. Dari akupansi yang ada, sebagian besar masih didominasi tamu MICE. Menurut dia, saat ini Solo masih menjadi kota MICE. Banyak kegiatan MICE yang digelar terutama dari lingkungan pemerintah.
Dia mengatakan saat ini sudah ada beberapa infrastruktur pendukung yang diharapkan menyokong pertumbuhan ekonomi di Solo serta menjadi daya tarik masyarakat untuk datang ke Solo. Salah satunya adalah jalan tol. Terbukanya akses menuju Solo melalui tol tersebut dinilai bisa  memudahkan masyarakat luar Solo untuk datang ke Solo.
Di sisi lain, adanya tahun politik juga menjadi tantangan sektor perhotelan di 2019 nanti. ”Beberapa agenda kami lihat masih menunggu dan melihat efek dari tahun politik. Tapi kami tetap optimistis,” kata dia.
Sedangkan pada akhir tahun atau menjelang Natal dan tahun baru ini, dia optimistis sektor perhotelan akan tumbuh. ”Tradisi di Solo, mulai 25 Desember sampai akhir tahun nanti untuk perhotelan biasanya akan menikmati high season,” terang dia. Meskipun biasanya untuk reservasi hotel akan dilakukan di waktu-waktu yang mepet.
Sementara itu, Marcom Manager Best Western Premier Solo Baru, Denish Ardhaneswara, mengatakan terkait okupansi Natal dan tahun baru sudah cukup banyak reservasi. ”Di Natal sendiri sudah 75% karena sepertinya long weekend memengaruhi mulai 22-25 Desember. Di sistem kami sudah 75%,” kata dia, Kamis. (Bayu Jatmiko Adi)