Nataru, BI Solo Siapkan Rp1,7 Triliun

FARIDA TRISNANINGTYAS

SOLO—Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Solo menyiapkan estimasi kebutuhan uang (EKU) Rp1,7 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada momen Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019. Kebutuhan uang tunai ini meningkat 21% dibandingkan tahun lalu, yakni Rp1,4 triliun.
Kepala KPw BI Solo, Bandoe Widiarto, mengatakan pihaknya menyiapkan EKU mencapai Rp1,7 triliun dengan porsi pecahan besar, yakni Rp100.000 dan Rp50.000. “Kami juga senantiasa memperluas program smart market serta menjaga kualitas uang yang beredar pada soil level yang baik demi terpenuhinya kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam nominal yang cukup, jenis pecahan 18 yang sesuai, tepat waktu, dan dalam kondisi yang layak edar,” paparnya, kepada wartawan, Rabu (13/12).
Lebih lanjut Bandoe menambahkan ada beberapa faktor yang memengaruhi peningkatan kebutuhan masyarakat akan uang tunai pada akhir tahun ini. Selain Nataru 2019, momen ini bertepatan dengan libur sekolah yang cukup panjang. Dengan demikian, ini memengaruhi tingkat kebutuhan masyarakat akan uang tunai.
Di sisi lain, uang tunai tersebut diutamakan untuk memasok kebutuhan uang kartal pada mesin-mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di sejumlah wilayah di Soloraya. Dalam hal ini perbankan kemungkinan besar libur atau tutup saat hari libur nasional (Nataru) itu, tapi masyarakat tetap butuh uang tunai. Maka dari itu, pihaknya memastikan sektor perbankan memenuhi kebutuhan ini.
“Kami memastikan ke perbankan untuk mengecek kebutuhan uang mereka. Maka dari itu, saat bank tutup pasokan uang di ATM tetap ada. Selain itu, kami juga meminta agar keamanan dan kebersihan mesin ATM juga diperhatikan,” imbuhnya.
Sementara itu, BNI Cabang Slamet Riyadi Solo memastikan likuiditas aman untuk memenuhi kebutuhan nasabah pada momen Nataru kali ini. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia, kantor cabang di Soloraya dan kantor cabang pembantu (KCP).
Kepala BNI Cabang Slamet Riyadi Solo, Fahrurrazi, mengatakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas ini, pihaknya akan menambah alokasi anggaran yang disediakan. Hal ini termasuk menyiapkan kebutuhan uang di seluruh jaringan ATM yang dimilikinya di wilayah Soloraya.
“Kami memprediksi ada kenaikan kebutuhan uang di akhir tahun ini sekitar 24% dibandingkan dengan tahun lalu,” ujarnya.
Meski enggan menyebutkan jumlah nominal, namun pihaknya optimistis dapat memenuhi kebutuhan uang kartal untuk masyarakat atau nasabah. Di sisi lain, menurutnya kepastian likuiditas ini penting karena pada momen Nataru, ada lonjakan kunjungan orang dari luar kota menuju Solo.
Selain itu, kebutuhan masyarakat akan uang meningkat lantaran Nataru ini bersamaan dengan libur sekolah. Tak pelak, kebutuhan uang khususnya konsumsi diprediksi ikut meningkat. “Apalagi sekarang akses transportasi menuju Solo semakin mudah. Sekarang sudah ada jalan tol sehingga kian memudahkan orang dari luar kota untuk berkunjung ke Solo,” jelasnya. (JIBI)