Pesta Seks di Kamar Hotel Digerebek 4 Pasutri dan 2 Pasangan Ditangkap

SLEMAN—Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggerebek pesta seks di sebuah kamar hotel di di wilayah Condongcatur, Sleman, Selasa (11/12) pukul 23.00 WIB.

redaksi@koransolo.co.id

Sebanyak 12 orang ditangkap dalam penggerebekan tersebut. Dari 12 orang itu, dua di antara mereka sedang melakukan persetubuhan.
”Kami amankan 12 orang, laki-laki dan perempuan. Dua orang berhubungan badan, 10 orang menonton,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda DIY, Kombes Pol. Hadi Utomo, kepada wartawan di Mapolda DIY, Kamis (13/12).
Belasan orang tersebut berusia dewasa. Mereka hingga kini masih diperiksa intensif oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda DIY. Belum ada satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka. ”Dari 12 orang yang diamankan, terdapat empat pasang suami istri, yang bukan suami istri dua pasang,” kata Hadi.
Dalam penggerebekan itu, polisi menyita berbagai barang bukti yakni pakaian dalam pria dan wanita, lingerie, enam buah ponsel, satu pak kondom, dan tiga botol minuman keras (miras). Selain itu juga disita uang senilai Rp1,5 juta yang diduga untuk membayar menonton adegan persetubuhan.
”Ada dua orang yang sedang melakukan persetubuhan, ditonton 10 orang. Orang yang menonton itu membayar kepada orang yang melakukan persetubuhan yang dilihatnya. Kemarin membayar uang Rp1 juta [setiap] satu orang,” kata Hadi.
”Tapi itu masih didalami, fakta saat penggerebekan ada uangnya Rp1,5 juta, ada pertunjukannya [persetubuhan], ada orang yang sedang menonton,” jelasnya. ”Yang bersetubuh laki-laki dan perempuan pasutri [pasangan suami istri],” ungkap Hadi.
Dalami Peran
Hingga kini polisi masih mendalami peran masing-masing orang tersebut. ”Penyidik bekerja sesuai SOP, masih pendalaman, belum ada penetapan tersangka. Kemungkinan besok sudah ada tersangkanya dan akan kami rilis ke teman-teman media,” jelas Hadi.
Penyelidikan sementara polisi, pesta seks tersebut ditawarkan lewat media sosial (medsos). Polisi mencium pesta seks tersebut melalui Cyber Patrol. ”Cyber Patrol di beberapa konten media sosial, ada yang menawarkan [pesta seks], kemudian ditelusuri. Temuan di medsos ada [pesta seks] di sebuah hotel di Condongcatur,” kata Hadi.
”Di dalam ponsel yang pasang info di web [medsos], punya grup WA [Whatsapp]. Di grup itu tawarkan kepada orang-orang yang berminat, kemudian mendatangi lokasi hotel,” jelasnya.
Ditreskrimum, lanjut Hadi, kini sedang berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) untuk menelusuri medsos itu karena ranahnya di teknologi dan informasi (TI). (Detik/JIBI)