Kadipiro Kini Dipecah Jadi 3 Kelurahan

KURNIAWAN

SOLO—Setelah melalui proses panjang, usulan pemekaran Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo, akhirnya disetujui pemerintah pusat.
Persetujuan pemekaran Kelurahan Kadipiro tersebut diikuti dengan pembangunan gedung kelurahan hasil pemekaran. Menurut rencana, kelurahan baru yaitu Kelurahan Kadipiro, Kelurahan Joglo, dan Kelurahan Banjarsari, beroperasi Januari mendatang.
Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Setda Solo, Hendro Pramono, mengatakan kantor Kelurahan Joglo mulai beroperasi pada awal Januari tahun depan. Tak hanya Kelurahan Joglo, Kelurahan Kadipiro hasil pemekaran juga akan beroperasi pada saat bersamaan. Pembangunan gedung kantor kelurahan Kadipiro saat ini masih dikerjakan. Ditargetkan bulan ini pembangunan itu kelar.
“Kantor sudah dibuat, peralatan ada, tinggal ngisi personel. Bulan Januari 2019 semua perangkat sudah dilantik semua, sudah beroperasi. Tapi untuk Kelurahan Kadipiro saat ini pembangunan joglo masih berlangsung,” tutur Hendro saat dihubungi Koran Solo, Jumat (14/12).
Dia menjelaskan pemekaran Kelurahan Kadipiro bertujuan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dari semula sekitar 55.000 penduduk yang dilayani satu pemerintah kelurahan, menjadi dilayani tiga pemerntah kelurahan.
Dari pembagian itu, Kelurahan Joglo yang areanya paling kecil dibandingkan dua kelurahan lainnya. Hendro menerangkan kendati sudah beroperasi awal 2019, Kelurahan Joglo dan Kadipiro belum melayani administrasi kependudukan. Untuk sementara administrasi kependudukan dilayani di Kelurahan Banjarsari (sekarang Kelurahan Kadipiro). “Ini terkait agenda Pemilu 2019. Layanan kependudukan bisa di Joglo dan Kadipiro setelah perhelatan Pemilu 2019,” terang dia.
Warga Kampung Nayu, Kadipiro, Rus, mengaku senang dengan pemekaran Kelurahan Kadipiro. Dia berharap pemekaran itu menjadikan wilayahnya tambah ramai. “Dengar-dengar kantor baru Kelurahan Joglo mulai beroperasi 2 Januari 2019. Saya pribadi tentu saja senang. Sebab lingkungan tempat tinggal saya tambah ramai. Kebetulan saya buka warung di rumah,” tutur dia yang rumahnya berdekatan dengan Kantor Kelurahan Joglo, Jumat.
Menurut Rus sinyal segera beroperasinya Kelurahan Joglo terlihat dari diresmikannya bangunan itu pada Jumat (7/12) malam oleh Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo. Saat itu digelar pentas wayang kulit di halaman kantor kelurahan.
“Saat itu Pak Wali Kota sendiri yang bilang bahwa Kantor Kelurahan Joglo mulai bisa melayani surat-surat warga pada 2 Januari 2019. Tapi detail prosesnya seperti apa saya tidak tahu. Kalau soal nama [kelurahan] saya ikut saja,” aku dia.
Rus bercerita persiapan beroperasinya Kelurahan Joglo juga terlihat dari sudah adanya pemilihan ketua-ketua rukun tetangga (RT). Warga diminta mengumpulkan salinan Kartu Keluarga (KK) untuk persiapan pembentukan RT baru.
Selain memekarkan Kelurahan Kadipiro, Pemkot Solo juga akan memekarkan Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon. Kelurahan tersebut akan dipecah menjadi Kelurahan Semanggi dan Kelurahan Mojo. (JIBI)