Seberapa Sering Mandi dalam Sehari?

redaksi@koransolo.co

Mandi tak hanya menyegarkan bagi tubuh, melainkan juga menyehatkan. Memang tak ada aturan pasti berapa sering sebaiknya kita mandi dalam sehari. Hal itu ditentukan oleh kebiasaan serta daerah tinggal seseorang.
Namun para ahli kulit menyarankan, setidaknya seseorang perlu mandi sekali dalam sehari. Hal itu diungkap oleh Nada Elbuluk, asisten profesor klinis bidang dermatologi di Keck School of Medicine di University of Southern California.
Dikutip dari laman Health dan ditulis liputan6.com, Senin (17/12), ada tiga hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum memutuskan seberapa sering kita mandi.
1. Tingkat aktivitas
Tingkat aktivitas sangat menentukan seberapa sering seseorang harus mandi dalam sehari. Meski kini sudah banyak produk yang menawarkan kesegaran instan.
”Kita mandi untuk menghilangkan minyak, sel kulit mati, keringat, bakteri, serta kotoran,” ujar dokter kulit, Heidi A.Waldorf, anggota Women’s Dermatologic Society.
Ketika minyak, sel kulit mati, keringat, kotoran dan bakteri mengumpul di kulit, jerawat atau berbagai infeksi jamur akan timbul.
”Bagi individu yang rentan jerawat, mandi segera setelah selesai berolahraga bisa membantu menghindarkan dari risiko tersebut,” jelas Waldorf.
2. Jenis kulit
Ahli kulit Clay Cockerell, menyarankan untuk mandi setidaknya sekali dalam sehari bagi mereka yang memiliki kulit berminyak.
”Tapi bila Anda memiliki kulit sensitif atau kering, jangan terlalu sering mandi untuk mengurangi kekeringan, gatal, serta peradangan,” ucapnya.
Cockerell juga menyarankan untuk menggunakan sabun lembut serta pelembap setelah mandi bagi individu berkulit kering.
Jenis kulit juga akan berubah seiring dengan bertambahnya usia. ”Semakin tua, kulit cenderung lebih sedikit menghasilkan minyak dan bisa bermasalah bila mandi terlalu sering,” ujarnya.
3. Lingkungan tinggal
Berolahraga serta berkegiatan sehari-hari bukan satu-satunya hal yang menyebabkan tubuh berkeringat. Bila kita tinggal di lingkungan yang panas serta lembap, mandi akan membantu meminimalkan penumpukan bakteri di kulit.
Bila lingkungan cenderung dingin, tak perlu sering mandi tak akan menjadi masalah. ”Selama bulan-bulan yang dingin serta kering, lebih baik untuk tidak sering mandi,” ujar Waldorf. Terlalu sering mandi saat udara kering bisa membuat kulit lebih kering.
Jadi, jika mendapati kulit menjadi kering, bersisik, atau lebih gatal dari biasanya, pertimbangkan untuk tidak terlalu sering mandi serta hindari penggunakan lulur atau scrub.
“Mandi secara benar lebih penting ketimbang mandi lebih sering,” ujar Elbuluk. Mandi secara benar yakni dengan menggunakan air suam kuku dan kurang dari 10 menit.
Bicara soal mandi, masing-masing orang punya cara berbeda-beda. Ada yang suka mandi dengan air panas, ada pula yang lebih memilih air dingin. Keduanya memiliki manfaat tersendiri bagi kesehatan, simak penjelasannya berikut ini, melansir laman Popsugar, Selasa (18/12).
A. Manfaat Mandi Air Panas
1. Mandi air panas bisa meredakan ketegangan dan melemaskan otot-otot yang kaku. Anda bisa mendapatkan manfaat serupa pijat menggunakan air hangat dengan tekanan tertentu di pundak, leher, serta punggung.
2. Studi menunjukkan, mandi air panas bisa meningkatkan kadar oksitosin dan meredakan kecemasan.
3. Mandi air panas juga bisa meredakan gejala flu karena melembapkan saluran pernapasan.
B. Manfaat Mandi Air Dingin
1. Mandi air dingin pun punya manfaat menyehatkan bagi tubuh. Menyiram tubuh dengan air dingin segera setelah mandi air hangat bisa membantu membangunkan tubuh. Perubahan suhu air yang mendadak itu meredakan kelelahan serta meningkatkan keterjagaan tubuh.
2. Peneliti merekomendasikan mandi air dingin selama dua hingga tiga menit sekali atau dua kali sehari untuk mengatasi depresi. Pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukannya.
3. Mandi air dingin sangat baik bagi kesehatan rambut dan kulit. Ini karena mandi air panas cenderung membuat kulit dan rambut lebih kering. Sementara mandi air dingin bisa menghidrasi. (JIBI)