10 Alasan Anak di Bawah 12 Tahun jauhi Gadget

Pertumbuhan otak cepat

Usia antara 0 dan dua tahun menjadi masa otak bayi berukuran tiga kali lipat dan berlanjut dalam keadaan perkembangan cepat hingga usia 21 tahun. Stimulasi ke otak berkembang yang disebabkan oleh paparan berlebihan terhadap teknologi telah terbukti berpengaruh negatif terhadap fungsi eksekutif, dan menyebabkan defisit perhatian, keterlambatan kognitif, gangguan belajar, peningkatan impulsivitas, dan penurunan kemampuan untuk diri sendiri.

Perkembangan tertunda

Penggunaan teknologi membatasi pergerakan, yang mengakibatkan perkembangan yang tertunda. Satu dari tiga anak kini memasuki sekolah dengan perkembangan tertunda, berdampak negatif pada keaksaraan dan prestasi akademik mereka.

Epidemi obesitas

Penggunaan televisi dan video gim berkorelasi dengan peningkatan obesitas. Anak-anak yang diizinkan memiliki perangkat di kamar tidur mereka memiliki 30% peningkatan kejadian obesitas.

Kurang tidur

Sedikitnya 60% orang tua tidak mengawasi penggunaan teknologi anak mereka, dan 75% anak-anak diperbolehkan menggunakan teknologi di kamar tidur mereka. 75% anak-anak yang berusia 9 dan 10 tahun kurang tidur sampai-sampai nilai mereka berdampak buruk.

Penyakit kejiwaan

Penggunaan teknologi berlebihan terlibat sebagai faktor penyebab meningkatnya angka depresi anak, kecemasan, gangguan kelekatan, defisit perhatian, autisme, gangguan bipolar, psikosis dan perilaku anak bermasalah.

Agresi

Konten media yang keras menyebabkan agresi anak. Anak-anak kecil semakin terpapar dengan meningkatnya insiden kekerasan fisik dan seksual di media saat ini.
Demensia digital

Konten media berkecepatan tinggi menyebabkan defisit perhatian serta penurunan konsentrasi dan memori karena otak memotong jalur saraf ke korteks frontal.

Kecanduan

Ketika orang tua semakin terikat dengan teknologi, mereka melepaskan diri dari anak-anak mereka. Dengan tidak adanya perhatian orang tua, anak-anak akan tetap fokus ke perangkat sehingga kecanduan.

Emisi radiasi

Pada Mei 2011, WHO mengklasifikasikan ponsel dan perangkat nirkabel lainnya sebagai kategori 2B risiko (kemungkinan karsinogen) karena emisi radiasi.