Benarkah Penyendiri Lebih Cerdas?

Orang biasanya lebih senang jika berkumpul bersama teman-teman mereka. Namun, sebuah penelitian menyatakan hal itu belum tentu berlaku bagi mereka yang memiliki kepintaran lebih dari orang lain atau orang cerdas.
Mengutip Bussiness Insider Singapore dan ditulis liputan6.com pada Kamis (20/12), penelitian yang dipimpin oleh para psikologi di Singapore Management University dan London School of Economics menemukan tentang hal ini. Umumnya, orang akan lebih bahagia ketika menghabiskan waktu bersama teman-teman mereka, kecuali orang cerdas.
Para peneliti menarik kesimpulan ini setelah melakukan dua penelitian. Keduanya melihat data dari National Longitudinal Study of Adolescent Health, yang melibatkan wawancara dengan lebih dari 15.000 orang berusia antara 18 tahun-28 tahun di 2001 dan 2002.
Untuk studi pertama, para peneliti melihat hubungan antara tiga faktor yaitu skor peserta pada tes kecerdasan, kepadatan populasi di area tempat tinggal, dan seberapa puas peserta dengan kehidupan mereka.
Hasilnya menunjukkan, orang-orang umumnya lebih bahagia ketika berada di area yang berpenduduk lebih sedikit. Kecuali untuk orang yang memiliki kecerdasan tinggi.
Untuk studi kedua, para peneliti melihat hubungan antara skor IQ peserta, kepuasan hidup, serta seberapa sering sosialisasi dengan teman-teman. Semakin banyak waktu yang mereka habiskan untuk bersosialisasi, mereka semakin bahagia. Terkecuali orang yang pintar.
”Individu yang lebih cerdas mengalami kepuasan hidup yang lebih rendah ketika sosialisasi lebih sering dengan teman-temannya,” tulis para peneliti dikutip dari ncbi.nlm.nih.gov.
Para peneliti mengaitkan hal tersebut dengan teori kebahagiaan savana yakni otak manusia menanggapi ”konsekuensi leluhur” dari lingkungan mereka, yang berwujud pada kesejahteraan yang bervariasi. Kembali di masa lalu, saat nenek moyang kita masih berburu, menghabiskan waktu dengan orang lain penting untuk bertahan hidup.
Namun, mengutip dari Reader’s Digest, beberapa orang dengan IQ yang lebih tinggi tidak mengikuti norma itu. Beberapa ilmuwan meyakini inilah mengapa orang otak cerdas lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan yang tidak biasa. Seperti sendirian atau tinggal di komunitas yang padat. (JIBI)