Laser Penghilang Kebocoran Kandung Kemih

Bagi para penggemar program komedi, tentu sudah tidak asing lagi melihat Nunung yang beberapa kali ‘ngompol’ saat tertawa terbahak-bahak ketika mendapatkan candaan dari rekannya Sule atau Entis Sutisna.

Dewi Andriani
redaksi@jibinews.co
Kondisi ‘ngompol’ yang dialami pelawak bernama asli Tri Retno Prayudati ini disebut stress incontinence urine atau inkontinensia urin, yaitu kebocoran yang terjadi pada kandung kemih secara spontan.
Berdasarkan laporan dari National Poll on Healthy Aging University of Michigan terhadap 1.000 wanita di Amerika Serikat dengan usia antara 50—80 tahun, hampir setengah dari wanita di atas usia 50 tahun mengalami kebocoran kandung kemih.
Meski demikian, dari survei tersebut ditemukan bahwa sebagian besar yaitu 2/3 di antaranya belum berkonsultasi dengan dokter karena menganggap kondisi tersebut bukan masalah besar.
Sementara itu, 22% lainnya melihat hal tersebut bukan masalah kesehatan dan memilih untuk berkonsultasi mengenai hal lain. Adapun 10% responden mengaku tidak nyaman mendiskusikan masalah kebocoran, dan 4% lainnya berpikir bahwa dokter tidak bisa mengatasinya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, banyak wanita yang lebih memilih menggunakan pembalut, pakaian dalam khusus, membatasi konsumsi cairan, dan mengenakan pakaian gelap untuk menyamarkan tanda-tanda kebocoran. Hanya sekitar 38% yang mengaku sudah melakukan latihan kegel untuk memperkuat otot panggul.
Ni Komang Yeni, dokter spesialis obstetri dan ginekologi mengatakan bahwa inkontinensia urin terjadi karena hilangnya kekuatan di otot dasar panggul dan bagian kandung kemih karena struktur pendukung pelvis yang melemah.
Kondisi ini menyebabkan seseorang sulit menahan laju penambahan urin sehingga ketika ada tekanan misalnya saat bersin, batuk, tertawa, atau olahraga, orang tersebut tidak bisa menahannya sehingga akan bocor sedikit-sedikit.
Salah satu faktor penyebab terjadinya inkontinensia adalah menurunnya jaringan kolagen di sekitar vagina akibat proses penuaan. Kondisi ini menyebabkan mukosa dan otot di panggul menjadi kendor dan tidak mampu menahan pintu keluar kemih sehingga ketika ada tekanan, urinnya akan menetes.
Selain wanita yang sudah lanjut usia, inkontinensia urin juga dapat dialami oleh wanita muda. Penyebabnya antara lain trauma kehamilan berulang terutama yang mengalami persalinan normal dan memiliki bayi berukuran besar, wanita obesitas, dan seorang yang mengalami kenaikan dan penurunan berat badan secara drastis atau yoyo.
Dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah ini mengatakan pada saat hamil dan melahirkan terjadi penekanan di dasar panggul sehingga menyebabkan otot di sekitar kandung kemih dan panggul jadi melemah.
Apalagi pascapersalinan di saat ukuran rahim menyusut di minggu awal persalinan. Kondisi ini menyebabkan otot dasar panggul mengalami kesulitan membendung urin dan menjaga uretra tetap tertutup.
Jaringan Mukosa
Dasep Suwanda, dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari RS Hermina mengatakan bahwa inkontinensia dapat disembuhkan baik melalui tindakan invasif maupun noninvasif.
Jika sudah sangat parah dan semakin sulit dikendalikan, pasien bisa melakukan tindakan operasi oleh dokter spesialis uroginekologi. Namun, jika masih ringan bisa diatasi melalui tindakan noninvasif dengan laser di klinik estetika, untuk mengembalikan kekencangan otot dan mukosa di sekitar panggul.
Di samping itu, wanita yang mengalami gangguan tersebut juga dapat melakukan senam kegel untuk melatih kontraksi otot di sekitar panggul dan vagina.
“Kondisi inkontinensia urin tersebut memang tidak berbahaya namun dapat mengganggu kualitas hidup seseorang sehingga perlu dilakukan deteksi dini jika mulai kesulitan menahan buang air kecil,” ujarnya.
Sementara itu, dokter Yeni menambahkan jika laser memiliki prinsip kerja dengan memberikan rangsangan rasa panas dan menginjuksi mukosa sehingga protein akan keluar dan itu yang kemudian menimbulkan reaksi pertumbuhan kolagen baru.
“Otot dan mukosa di sekitar vagina yang sudah kendor dan nggak sanggup menahan pintu keluar air di saluran kemih, akan menjadi firm kembali kenyal dan kuat karena adanya kolagen baru,” terangnya.
Tindakan laser tersebut juga dapat disertai dengan latihan senam kegel karena kegel dapat lebih mengencangkan otot tetapi bukan mukosa sedangkan laser membantu memperbaiki jaringan mukosa dan merangsang pembentukan kolagen.
Yeni yang juga berpraktik di Bamed Women’s Clinic mengatakan bahwa mereka menggunakan teknologi laser CO2 bernama Femilift yang dapat meningkatkan ketebalan dinding vagina dan memperkuat struktur pendukung pelvis.
“Terapi ini bisa mengurangi gejala stres inkontinensia urin dan secara efektif mengurangi bahkan menyembuhkan kondisi sulit menahan buang air kecil,” ujarnya. (JIBI/Bisnis Indonesia)