Bagaimana Bisa Setegar Ifan Seventeen?

Musibah seperti tsunami yang terjadi di Anyer-Lampung pasti membuat banyak orang mengalami trauma. Efek trauma akan berlangsung beberapa waktu.
Psikolog klinis dari personal Growth, Veronica Adesla mengatakan setiap orang bervariasi waktu sembuh dari rasa trauma. ”Tergantung pada banyak faktor, antara lain kejadian persisnya yang dialami secara langsung ketika itu, dampak kejadian tersebut terhadap kehidupan personalnya, dan daya resiliensi dirinya [kemampuan beradaptasi],” katanya kepada detikHealth, Rabu (26/12).
Vero menambahkan, semakin seseorang berani menghadapi rasa takutnya semakin seseorang itu bisa cepat keluar dari efek trauma yang dirasakannya. ”Jangan biarkan berlarut-larut atau menghindar dari hal-hal sehari-hari yang mengingatkan trauma, hingga lebih dari enam bulan,” sarannya.
Vero juga menyinggung ketegaran vokalis Seventeen, Ifan, yang tegar meskipun kehilangan istri Dylan Sahara dan tiga sahabatnya. ”Prioritas utama setelah ditinggalkan oleh orang yang dikasihi adalah tetap menjalankan hidup, beraktivitas, bekerja, berkarya, bersosialisasi sambil tetap menjalani proses duka yang dialami,” ujarnya merujuk pada Ifan.
Menurut Vero, proses duka tidak perlu dihindari, disangkal, atau diabaikan karena dapat menyebabkan terganggunya kemampuan seseorang untuk berfungsi secara optimal dalam menjalani kehidupan. ”Salah satu masalah psikologis yang bisa muncul akibat penundaan berlarut-larut proses duka adalah post traumatic stress disorder [PTSD],” imbuhnya.
PTSD adalah kondisi gangguan kesehatan mental yang bisa dialami seseorang pasca mengalami peristiwa bencana psikososial traumatis. Gejalanya dapat berupa kilas balik ingatan, mimpi buruk, perasaan cemas parah, serta pikiran yang tak terkendali tentang peristiwa traumatis tersebut.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat lebih dari 430 orang meninggal dunia, 1.495 luka-luka, 159 orang hilang dan 21.991 orang mengungsi. Masa tanggap darurat untuk Kabupaten Pandeglang ditetapkan hingga 4 Januari 2019. Sedangkan untuk Lampung Selatan ditetapkan hingga 29 Desember 2018. (detik/JIBI)