Botoks Penghilang Cemberut

Seiring dengan bertambahnya usia, kecantikan seseorang akan memudar dengan munculnya garis-garis halus dan kerutan di wajah serta kulit yang mulai mengendur. Berbagai usaha dilakukan untuk membuat tampak awet muda dan cantik, salah satunya dengan injeksi botulinum toxin atau botoks dan filler.
Dokter estetika dari NMW Clinic Nataliani Mawardi mengatakan, dengan semakin bertambahnya usia, tulang tengkorak akan semakin menyusut sehingga membuat bebera­pa area di wajah yang kehilangan volume, seperti di area pelipis, dahi, bawah mata, dan pipi. Begitu pula dengan rongga di area mata dan hidung akan semakin melebar.
Kondisi ini akan membuat kulit yang menempel kehilangan bantalan sehingga akan mengendur. Ditambah dengan pola makan dan pola hidup yang tidak sehat, akan membuat kolagen di kulit lebih cepat terserap sehingga kulit akan kehilangan kekenyalannya.
“Penuaan itu terjadi mulai usia 30 tahunan, tetapi ada juga yang di usia 25 tahun sudah terlihat munculnya kerut-kerut halus karena tingkat stres yang akan berpengaruh pada penyerapan kolagen,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan penuaan tersebut, metode perawatan yang dapat digunakan ialah melalui filler yang berfungsi untuk merevolume atau mengisi kembali ‘bantalan-bantalan’ di wajah yang sudah menyusut tadi agar tidak terregresi secara signifikan.
Filler tersebut bentuknya gel dan bisa disuntikan ke area mana saja di seluruh wajah tergantung kondisi pasien kebanyakan di sudut bawah mata karena di daerah itulah penuaan lebih mudah terlihat.
Suntikan filler membuat area di wajah yang sudah mengalami regresi akan terisi kembali sehingga kontur wajah bisa tetap dipertahankan dan akan tampak lebih muda secara alami tanpa harus mengubah bentuk wajah.
Biaya yang dikeluarkan untuk sekali tindakan tergantung pada banyaknya gel yang akan disuntikkan. Untuk setiap 0,5 cc gel yang disuntikkan biayanya sekitar Rp2,5 juta, sedangkan untuk 1 cc yaitu Rp4,5 juta.
Filler ini juga banyak digunakan untuk menambah volume pada bibir yang menipis. Sebab, dengan bertambahnya usia, bentuk bibir seseorang akan semakin menipis bahkan hampir flat sehingga muncul garis-garis halus di atas bibir. Ini terjadi karena tulang-tulang yang semakin mundur ke belakang.
“Dengan diisi filler maka volume bibir akan semakin bertambah, sudut bibir akan dinaikan kembali sehingga terlihat kembali fresh,” ujar Nataliani.
Namun, saat ini tidak sedikit anak muda yang mulai menggemari filler di bibir karena adanya tren dari sejumlah artis dan selebgram di media sosial yang menggunakannya.
Selain filler, suntik botoks juga menjadi salah satu jenis perawatan yang sangat digemari karena proses pengerjaannya yang terbilang cepat tetapi bisa langsung menunjukan hasil yang maksimal. Botoks ini banyak digunakan untuk menghilangkan kerutan di wajah akibat ekspresi wajah seperti tersenyum, marah, sedih, ataupun cemberut.
Looks Angry
Ekspresi wajah yang terus-menerus dilakukan akan membuat otot-otot di wajah berkontraksi sehingga kerutannya pun jadi menetap. Tak heran bila seseorang kadang terlihat seperti sedang marah (looks angry) atau terlihat sedang sedih (looks sad) padahal sedang dalam kondisi biasa.
Nataliani mengatakan seseorang yang memiliki wajah looks angry akan memiliki kerutan di beberapa area wajah seperti di bawah bibir dan di dahi. Kemudian dagu tampak menjorok ke belakang dengan tarikan bibir ke bawah sehingga seolah menampilkan ekspresi terlihat seperti sedang marah.
Dengan suntikan botoks maka otot-otot di wajah yang awalnya kontraksi dan tertarik ke bawah membentuk kerutan, akan berelaksasi sehingga wajah yang awalnya terlihat pemarah, sedih, atau kelelahan akan berelaksasi dan kulit akan kembali ke posisi semula menjadi lebih segar kembali.
“Tapi perawatan yang kita berikan itu berbeda-beda tergantung kasusnya sehingga semua pasien yang akan mendapatkan perawatan harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter secara gratis,” ujarnya.
Menurutnya, di dalam setiap kali perawatan akan ada minimal 20 kali penyuntikan. Lokasi yang paling banyak disuntik botoks adalah area mata karena di situlah ekspresi wajah paling terlihat. Sebelum dilakukan tindakan penyuntikan, pasien akan dioleskan krim yang membuat kulitnya menjadi kebal sehingga tidak terasa ketika disuntikkan.
Adapun dosis yang dibutuhkan tergantung kedalaman kerutan. Minimal untuk sekali tindakan sekitar 20 unit dengan biaya Rp55.000 sekali suntik sehingga untuk sekali tindakan dibutuhkan dana sekitar Rp1,1 juta dengan waktu pengerjaan sekitar
5 menit–10 menit.
“Botoks dan filler ini memang bisa menghambat proses penuaan tetapi bukan berarti kerutan dan penuaan akan hilang sama sekali. Selain itu karena ini disuntikkan, bentuknya tidak permanen dan hanya akan bertahan sekitar 4 hingga 6 bulan,” jelasnya.
Menurutnya, perawatan saat ini tidak hanya dilakukan oleh perempuan saja tetapi juga mulai banyak kaum pria yang melakukan perawatan. Yoyo S Hendrarsin, Chief Operation Officer NMW Clinic mengatakan tidak sedikit pria yang ingin melakukan perawatan wajah, misalnya untuk menghilangkan jerawat atau wajah yang kusam.
Yoyo mengatakan pada awalnya, 99% pelanggan NMW Skin Care adalah kaum hawa. Namun, beberapa waktu belakangan ini pelanggan pria bertumbuh cukup pesat mencapai hingga 13%. Kondisi tersebut telah menggeser paradigma lama yang menyebutkan bahwa perawatan tubuh hanya monopoli wanita. (JIBI/Bisnis Indonesia/Dewi Andriani)