Lihat Selfie di Daerah Bencana, Tegur Saja

Perilaku selfie di lokasi terdampak bencana bukan hal yang patut ditiru. Boleh saja berfoto, tapi baiknya menunggu keadaan daerah tersebut pulih terlebih dahulu.
”Daerah terdampak bencana kok malah dijadikan tempat wisata. Nanti sajalah berwisata kalau memang daerahnya sudah pulih,” tutur psikolog dari Universitas Indonesia Bona Sardo saat dihubungi oleh detikHealth, Kamis (27/12).
Bona mengimbau untuk menegur secara langsung pengunjung yang selfi di lokasi bencana dengan cara yang asertif. Utarakan perasaan kita terkait dengan foto selfie di area terdampak bencana tersebut.
”Kalau perilakunya akan berkurang atau tidak ya kembali lagi ke individu masing-masing. Tapi setidaknya kita sudah melakukan sesuatu dengan memberikan umpan balik. Karena kalau tidak ada umpan balik kan orang tersebut juga tidak tahu apa perbuatan dia keliru atau tidak,” tambahnya.
Selfie saat berada di lokasi terpapar bencana bisa menimbulkan dampak psikologis yang kurang menyenangkan bagi para korban. Bisa saja mereka merasa sedih bahkan depresi ketika melihat foto tersebut di unggah pada media sosial.
Tentang bantahan dari para “wisatawan” bahwa berselfi sebagai bukti telah mengunjungi lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan ia menolaknya. ”Kalau memang niatnya sebagai bukti sudah menyalurkan bantuan, apa memang harus selfie? Ada banyak cara lain, seperti difoto saja barang sumbangan di lokasi. Apa memang perlu ada orangnya? Kalau memang perlu, bisa minta bantuan orang lain untuk difotokan, tidak perlu selfie,” kata Bona Sardo. (detik/JIBI)