Dua Wisatawan Terseret Ombak Parangtritis

BANTUL—Dua orang wisatawan asal Karang Tengah, Klaten, Jawa Tengah terseret ombak saat berwisata ke Pantai Parangtritis pada Selasa (1/1) sekitar pukul 11.30 WIB.
Kedua orang tersebut berhasil diselamatkan oleh tim SAR Pantai Parangtritis, kendati sempat terseret arus ombak sejauh kurang lebih 100 meter dari bibir pantai.
Ketua Tim SAR Pantai Selatan Arif Rahman mengatakan kejadian bermula ketika Agil Sutopo, 16, bermain air di sekitar daerah palung laut. Ia sudah diperingatkan oleh tim SAR tetapi tidak menggubris. Dia akhirnya terseret ombak karena posisinya terlalu ke tengah. Melihat saudaranya terseret ombak, Ismiyati, 29, berusaha menolong korban namun justru ikut terseret ombak. “Ternyata kedua orang ini tidak bisa berenang, jadi malah dua orang ikut terseret ombak,” kata Arif, Selasa (1/1)
Lebih lanjut, dia menegaskan agar para pengunjung yang tidak melangkapi diri dengan alat keselamatan tidak ikut-ikutan mencoba menyelamatkan orang yang terseret ombak. Kata dia, orang yang biasanya menolong justru meninggal dunia gara-gara tidak memakai standar alat keselamatan yang dimiliki oleh tim SAR. Alat keselamatan tersebut dapat berupa live vest.
Pada kejadian itu, sekitar 15 orang personel tim SAR terjun ke laut untuk menyelamatkan kedua orang itu. Mereka membutuhkan waktu sekitar empat menit untuk membawa kedua wisatawan ke daratan. Mereka menggunakan papan selancar dan jaket live vest untuk mengevakuasi korban.
Bentuk pertolongan pertama yang diberikan adalah membawa korban ke pos tim SAR untuk diberi minum. Arif menyatakan kondisi kedua korban tidak meminum air laut karena tim SAR segera bertindak cepat menolong mereka. Mereka hanya mengalami shock lantaran terseret ombak. (JIBI/Rahmat Jiwandono)