Rumah Bekas Penggilingan Padi Ambruk

SRAGEN—Rumah bekas penggilingan padi milik Suwahyo, 60, di Dukuh Sukomarto RT 004, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, ambruk saat hujan deras mengguyur pada Senin (31/12/2018) malam.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut tetapi sejumlah barang beharga di dalam rumah itu rusak tertimpa reruntuhan bangunan. Kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Ketua RT 004, Sukomarto, Heru Susanto, kepada Koran Solo, Selasa (1/1), menyampaikan peristiwa itu rumah eks-penggilingan padi itu ambruk saat hujan deras pada Senin malam. Dia mengatakan struktur bangunan rumah itu sudah lapuk sehingga saat hujan ambruk. Dia menyebut rumah itu memang bagian dari bangunan induk rumah tetapi tidak dihuni.
“Rumah itu hanya digunakan untuk menyimpan barang. Barang yang tertimpa reruntuhan bangunan salah satunya sepeda motor Honda Kharisma. Motornya hanya peyok-peyok tetapi masih bisa digunakan. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 jutaan,” ujar Heru.
Heru menyampaikan warga bersama tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen bekerja bakti membersihkan puing-puing bangunan dan mengevakuasi motor dan barang lain yang beharga. Kerja bakti dimulai pukul 08.00 WIB dan selesai pada pukul 11.30 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Sugeng Priyono, sudah memerintahkan tim asesmen dari Unit Reaksi Cepat BPBD Sragen untuk membantu warga mengevakuasi sisa bangunan yang runtuh itu. Dia mengatakan barang yang tertimpa bangunan itu terdiri atas sepeda motor, sepeda angin, pompa air sawah, atap, dan perabot rumah tangga. Dari perhitungan BPBD, Sugeng menyebut kerugian akibat musibah itu senilai Rp30 juta.
“Tim yang terlibat evakuasi terdiri atas BPBD, trantib Sidoharjo, Polsek dan Koramil Sidoharjo, PMI, Tagana, Satpol PP, FKPPI Sragen, dan warga setempat. Peristiwa nahas itu terjadi pada pukul 19.00 WIB tetapi tidak ada korban jiwa.” (Tri Rahayu)