Bisnis Kayu Ilegal Wonogiri Dibongkar

WONOGIRI—Lima orang diringkus aparat Polres Wonogiri karena diduga terlibat pembalakan liar (illegal logging). Mereka menebangi kayu di hutan Eromoko.
Barang bukti berupa ratusan batang pohon sono keling yang ditebang di kawasan hutan aset Perum Perhutani, Pasekan, Eromoko, Wonogiri disita polisi. Para pelaku tersebut diancam hukuman pidana maksimal lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp2,5 miliar.
Informasi yang dihimpun Koran Solo, Minggu (6/1), lima tersangka itu terdiri atas empat warga Wonogiri dan satu orang warga Gunung Kidul, DIY. Mereka adalah Sugianto Tugino, 48, sebagai pembeli kayu dari penebang; Sukijo, 48, dan Suramin, 54, keduanya penebang kayu. Mereka warga Beji RT 001/RW 012, Pasekan, Eromoko.
Dua tersangka lainnya, Tri Joko, 36, warga Margosono RT 002/RW 008, Punduhsari, Manyaran, Wonogiri dan Sujiyono, 45, warga Bulurejo RT 006/RW 005, Tambakromo, Ponjong, Gunung Kidul. Tri Joko merupakan pengirim kayu hasil kejahatan menggunakan truk kepada pemesan. Sujiyono pembeli kayu dari Sugianto.
Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditia Mulya Ramdhani, mengatakan kasus itu terbongkar berawal dari patroli petugas Perhutani pada 27 Desember 2018 pukul 07.00 WIB. Saat itu dua petugas Perhutani, Kusnanta dan Sukisno, menemukan beberapa tunggak pohon sono keling di petak 62-A Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Eromoko Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Baturetno. Meyakini pohon tersebut telah ditebang secara ilegal oleh orang tak bertanggung jawab, mereka melapor kepada Polsek Eromoko.
Aparat Polsek Eromoko lantas menyelidiki kasus tersebut. Petugas mendapat informasi ada truk yang mengangkut kayu sono keling di Pasekan. Diduga kuat kayu itu hasil pembalakan liar. Petugas bekerja sama dengan tim mengejar truk pengangkut kayu yang menuju ke Gunung Kidul itu. Truk berpelat nomor AD 1574 HR dihentikan polisi di Bulurejo, Tambakromo, Ponjong. Sopir, Tri Joko, saat itu tak bisa menunjukkan dokumen kelengkapan kayu.
“Dia mengaku mengangkut kayu karena disuruh Sujiyono. Tak lama, petugas dapat menangkap Sujiyono. Dia mengaku kayu itu didapat dari Sugianto. Kemudian petugas mengembangkan penyidikan, sampai akhirnya diketahui penebang pohon ada delapan orang. Dua orang di antaranya, Sukijo dan Suramin. Sehari kemudian keduanya dapat ditangkap,” kata Aditia mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati saat dihubungi Koran Solo.
Sehari setelah menangkap Sukijo dan Suramin, polisi dapat menangkap Sugianto. Dia memperkuat dugaan bahwa ada rantai bisnis kayu sono keling ilegal. Sugianto mengaku membeli kayu dari para penebang. Menurut dia para penebang bekerja secara mandiri. Hasil tebangan disimpan di rumah masing-masing. (Rudi Hartono)