PEMBUNUHAN DI APARTEMEN Cinta Ditolak, Pisau Bertindak

JAKARTA—Kasus pembunuhan menggegerkan Apartemen Green Pramuka, Sabtu (5/1). Seorang penghuni tewas bersimbah darah. Pelaku ternyata mantan petugas keamanan apartemen yang sakit hati karena cintanya ditolak korban.
Korban diketahui bernama Nurhayati. Perempuan cantik itu ditemukan meninggal di lorong lantai 16 Tower Chrysant. Sebelumnya sebagian penghuni apartemen mendengar teriakan minta tolong.
Namun saat mereka berhamburan ke sumber suara korban sudah bersimbah darah. Tak jauh dari tubuh korban ditemukan pisau berlumuran darah. Sedikitnya sembilan tusukan ditemukan di tubuh perempuan berumur 36 tahun tersebut. Sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawa Nurhayati tak tertolong.
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Tahan Marpaung, Minggu (6/1), mengatakan pelaku ditangkap kemarin pukul 14.00 WIB. “Pelaku atas nama Haris Prastiadi,” ujarnya.
Sebelum terjadi penganiayaan, antara pelaku dan korban terlibat cekcok mulut di lorong apartemen lantai 16. ”Artinya dia menunggu pas korban masuk ke lift sampai ke lantai 16, sampai lantai 16 mereka cekcok akhirnya dia melakukan beberapa tusukan,” ucap Tahan Marpaung.
Tahan menyebut ada sembilan kali tusukan pisau ke arah ketiak sebelah kiri korban. Hal itulah yang membuat Nurhayati meninggal.  ”Untuk korban hasil sementara dari dokter forensik yang menyebabkan kematian adalah luka tusuk di sebelah kiri dekat ketiak dan sembilan titik tusukan,” ucap Tahan.
Setelah membunuh korban, pelaku pergi ke lantai dua melalui tangga darurat. Setelah itu, dia naik ke unit milik saudaranya di lantai 27. ”Di lantai 27 dia cuci tangan dan baju. Dia bahkan sempat merenung dan menghubungi ibunya minta dijemput ke suatu tempat di Duren Sawit,” kata Tahan.
Polisi mudah menangkap pelaku karena ada rekaman CCTV di lokasi kejadian. Petugas pun mengejar Haris ke rumah orang tuanya di Perumnas Klender, Jakarta Timur.
Kepada wartawan pelaku mengaku sakit hati karena dikata-katai kotor oleh korban. Tak hanya berbicara kotor, korban juga sempat meludahi muka pelaku. Haris mengaku memang mencintai Nurhayati namun cintanya bertepuk sebelah tangan. ”Sekali doang [ditolak cintanya],” kata Haris saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Pusat, kemarin. (detik/JIBI)