BEBERAPA HARI DIRAWAT DI RUMAH SAKIT Saksi Kunci Kasus Pembunuhan Siap Diperiksa

SUKOHARJO—Suyanti, warga Desa Candirejo, Kecamatan Semin, Gunungkidul, DIY, diperbolehkan pulang setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Islam, Cawas, Klaten, Senin (7/1).
Penyidik Polres Sukoharjo segera memeriksa Suyanti yang menjadi kunci untuk mengungkap kasus pembunuhan di dalam mobil di Jalan Watukelir-Cawas pada Rabu (2/1).
Suyanti menderita luka sayatan di kepala dan tangan. Dia dirawat secara intensif di rumah sakit. Saat kejadian, Suyanti bersama Mujiman yang ditemukan tewas bersimbah darah di jok tengah mobil Kijang Super warna merah marun berpelat nomor AB 1254 GD.
Suyanti keluar dari mobil kemudian meminta pertolongan pengguna jalan yang tengah melewati lokasi kejadian. Dia lantas dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. “Hari ini [Senin], informasi yang saya dapat Suyanti sudah pulang dari rumah sakit. Pemeriksaan segera dilakukan sembari menunggu kondisi kesehatannya membaik,” kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, kepada Koran Solo, Senin.
Kapolres optimistis mampu mengungkap kasus pembunuhan dalam mobil apabila telah memeriksa Suyanti. Keterangan Suyanti bakal disinkronkan dengan keterangan para saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian.
Saksi Tambahan
Hubungan Suyanti dengan Mujiman berkaitan erat dengan utang piutang. “Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian. Tak menutup kemungkinan, ada saksi tambahan yang bakal diperiksa penyidik,” tutur dia.
Mujiman sehari-hari membantu istrinya, Supadmi berjualan beraneka jenis jenang di Pasar Semin, Gunungkidul. Almarhum selalu mengantar dan menjemput istrinya setelah barang dagangannya habis.
Sementara Suyanti sehari-hari berjualan bumbu dapur di Pasar Semin. Selain berjualan, Suyanti juga kerap menawarkan jasa peminjaman uang kepada pedagang pasar lainnya. “Bapak sangat tertutup. Memang pernah bercerita meminjam uang kepada Mbak Yanti senilai Rp12 juta. Namun, saya tidak tahu untuk apa uang itu,” kata Supadmi.
Supadmi tak menyangka suaminya meregang nyawa dalam kondisi tragis. Semasa hidup, almarhum tak pernah terlibat masalah dengan pedagang pasar maupun tetangga rumah. Bahkan, almarhum dikenal sosok yang sering membantu teman atau kerabat keluarga yang membutuhkan bantuan. (Bony Eko Wicaksono)