Tangkal Hoaks, KPU Aktif di Media Sosial

JAKARTA—Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis mengatakan pihaknya akan aktif dalam bermedia sosial guna menangkal hoaks pemilu yang kini semakin sering bertebaran.

redaksi@koransolo.co

”Kami ingin bekerja daripada banyak bicara. Namun juga tidak bisa dimungkiri kecepatan kata-kata membanjiri media sosial juga dapat membentuk opini negatif, itu juga menjadi catatan kita,” katanya, Selasa (8/1).
Saat ini, menurut dia komisioner KPU aktif di masing-masing akun mereka. Akun komisioner tersebut dioperasikan sendiri tanpa melalui admin untuk menjawab langsung pertanyaan di media sosial. Hal ini untuk memberikan kepercayaan kepada publik sekaligus menangkal hoaks pemilu.
Viryan mengatakan hoaks yang dibiarkan merajalela di media sosial akan menggerus kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu. Hal ini sangat berbahaya bagi keberlangsungan pemilu.
Viryan mencontohkan, hoaks tujuh kontainer surat suara yang membuat publik di media sosial bergejolak. Selain itu, juga hoaks-hoaks yang kemudian muncul secara tiba-tiba.
”Saya sebelum tidur sempat membaca medsos katanya debat dilaksanakan pada jam 18.00, kemudian di tambah pernyataan kapan Salat Magribnya. Padahal, debat akan dilakukan pada jam 20.00, hal-hal semacam ini yang kami akan tangani,” tuturnya.
Ia mengatakan Divisi Teknologi Informasi KPU telah melaksanakan sejumlah rapat gugus tugas penanganan hoaks pemilu dengan kementerian dan lembaga terkait. Rencananya gugus tugas tersebut diformalkan. Selain itu, juga meminta dukungan dari masyarakat sipil.
”Dengan cara seperti ini air akan jernih kembali, saluran air yang sempat kotor karena hoaks pemilu. Kita semakin sadar ada segelintir orang ingin mendelegitimasi pemilu,” ujarnya.
Selain itu KPU turut mencermati munculnya akun capres-cawapres fiktif bernuansa humor di media sosial bernama Nurhadi-Aldo.
”Saya tadi [kemarin] malam sebelum tidur menemukan ada satu pasangan calon namanya Nurhadi-Aldo. Itu menjadi pengisi celah dari masih kurang riang gembiranya pemilu kita,” kata Viryan dalam diskusi Membangun Kepercayaan Publik Dalam Pemilu 2019.
Menurut Viryan, akun itu menginspirasi KPU, di tengah suasana politik yang cukup hangat saat ini, akan pentingnya menyampaikan segala macam hal teknis penyelenggaraan pemilu dengan riang gembira.
”Jangan sampai karena nuansa semacam ini membuat masyarakat jenuh dan akhirnya kehilangan substansi kegiatan kampanye pemilu,” jelasnya.
Dia meyakini keberadaan akun bernuansa humor itu tidak akan meningkatkan angka pemilih golput. Menurutnya pribadi, keberadaan akun itu memberikan penyegaran.
”Itu hadir sebagai warna baru, menyegarkan publik, mengingatkan banyak pihak termasuk kami dan peserta pemilu akan pentingnya fokus pada substansi pemilu itu sendiri,” kata dia. Berdasarkan pantauan, akun @Nurhadi-Aldo di media sosial Instagram diikuti sedikitnya 282.000 followers. Akun itu tidak mengikuti atau mem-follow siapapun, sama seperti akun Presiden Jokowi. Mereka banyak menampilkan unggahan pernyataan atau janji-janji kampanye yang humoris dan menggelitik seputar pencapresan.
Pernyataan humoris itu, misalnya, ucapan terima kasih kepada warganet (netizen) karena telah mendukung pasangan Nurhadi-Aldo sebagai capres-cawapres 69 tahun ke depan.
Kemudian janji kampanye untuk mengangkat seluruh petani menjadi PNS golongan 0, agar semua orang bangga dan berlomba-lomba menjadi petani. Selain itu, ada janji menghilangkan mafia sepak bola dengan cara membagikan bola kepada seluruh pemain sepak bola sehingga semua pemain sepak bola tidak harus berebut bola untuk mencetak skor, sehingga pengaturan skor oleh mafia bola pun hilang. (JIBI)