ABG Kerjai Gadis di Bawah Umur

KARANGANYAR—AM, seorang gadis di bawah umur asal Kedawung, Sragen, dicabuli pacar dan teman pacarnya di Karanganyar dalam kurun waktu November-Desember 2018.

Ponco Suseno
redaksi@koransolo.co

Dua pelaku yang ditangkap polisi akhir Desember 2018 tersebut terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Solo, kejadian persetubuhan itu berawal dari AM yang berpacaran dengan IKS alias Bendot, 16, warga Pereng, Mojogedang, Karanganyar, sejak awal November 2018. Di awal masa pacaran itu, Bendot sudah mencabuli AM sebanyak satu kali. Sepanjang kurun waktu November-Desember 2018, Bendot berhasil mencabuli AM hingga 24 kali.
Selang satu bulan lebih berpacaran dengan Bendot, AM diam-diam juga sering komunikasi dengan AW alias Tempe, 24, warga Kedawung, Sragen. Sehari-harinya, Tempe menjadi teman menongkrong AM dan Bendot. AM, Bendot, dan Tempe mengaku sebagai anak jalanan. AM dan Bendot merupakan anak putus sekolah.
Senin (24/12/2018), AM berkomunikasi melalui Facebook (FB) dengan Tempe. Selanjutnya, keduanya bertemu di Parang Ijo, Ngargoyoso, Karanganyar. Saat itu, Tempe mengajak AM menginap di salah satu tempat penginapan di Karanganyar. Di tempat penginapan itu, Tempe mencabuli AM sebanyak satu kali. Sebelum mencabuli, Tempe membelikan spot alias pil agar dapat mabuk atau nge-fly. Pil dibeli di kawasan Batujamus, Sragen dengan harga Rp4.000.
“Saat AM bersama saya itu, Bendot sedang pergi ke Jogja. Waktu bersetubuh, AM pesan ke saya agar jangan bilang-bilang ke Bendot. Setelah selesai [mencabuli AM], saya antar AM ke rumah Bendot [AM menginap di rumah Bendot selama tiga hari. Sepanjang waktu tersebut, Bendot mencabuli AM sebanyak 10 kali],” kata salah satu tersangka persetubuhan, AW alias Tempe, saat ditemui wartawan di Mapolres Karanganyar, Rabu (9/1).
Tak Terima
Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, mengatakan orang tua AM sempat curiga saat melihat anaknya tak pulang dalam beberapa hari menjelang akhir Desember 2018. Setiba di rumah, orang tua mencecar pertanyaan ke AM. Akhirnya, AM mengakui telah dicabuli Tempe dan Bendot.
“Tak terima anaknya dicabuli para pelaku, orang tua AM langsung melapor [ke polisi]. Setelah itu, kami menangkap kedua tersangka [di Karanganyar dan Sragen],” kata Kapolres didampingi Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Purbo Adjar Waskito.
Kapolres mengatakan kedua tersangka dijerat Pasal 81 ayat (2) UU RI No. 35/2014 tentang Perubahan UU RI No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara minimal lima tahun, maksimal 15 tahun dan denda Rp5 miliar.
“Barang bukti dalam kasus ini, seperti hasil visum at repertum AM, satu lembar fotokopi akta lahir AM, fotokopi kartu keluarga AM, satu setel pakaian meliputi satu potong baju atasan lengan panjang, satu potong celana panjang jeans warna hitam, satu potong celana dalam warna putih, satu potong kutang atau BH warna hijau,” katanya.