Pemerintah Tambah Kuota PBI BPJS Kesehatan

JAKARTA—Pemerintah menambah kuota penerima bantuan iuran (PBI) jaminan kesehatan sebanyak 4,4 juta jiwa pada tahun ini. Dengan penambahan itu total peserta PBI yang ditanggung APBN sebanyak 96,8 juta dari sebelumnya 92,4 juta jiwa.
Kepala Humas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan penambahan ini merupakan wujud komitmen kuat Pemerintah terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Khususnya dalam hal peningkatan cakupan kepesertaan.
“Ada penambahan sebanyak 4,4 juta jiwa dari tahun-tahun sebelumnya [2016-2018]. Hal ini merupakan kabar baik, diharapkan melalui penambahan kuota PBI ini akan mempercepat terwujudnya cakupan kesehatan semesta atau universal health coverage,” ujar dia di Jakarta, Rabu (9/1).
Iqbal mengatakan penambahan kuota ini sesuai dengan surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 01/HUK/2019 tentang Penetapan Penerimaan Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Tahun 2019 yang ditandatangani Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita.
Data peserta ini, sambungnya, juga sudah termasuk bayi dari peserta PBI-JK yang didaftarkan pada 2019.
Iqbal menjelaskan untuk memastikan peserta PBI-JK betul-betul yang berhak dan memenuhi kualifikasi dari pemerintah, pemutakhiran data pun secara rutin dilakukan Kementerian Sosial bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan menggandeng Kementerian Dalam Negeri.
“Dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil [Dukcapil] baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujar dia.
Dia menambahkan Kemensos sepanjang 2018 telah memproses verifikasi dan validasi sesuai dengan peraturan berlaku dan penyesuaian dengan data kependudukan, sehingga ada sistem informasi data PBI berbasis nomor induk kependudukan.
Menurut dia, ada beberapa hal yang diverifikasi dan divalidasi setiap waktu. Misalnya, penghapusan peserta PBI-JK yang sudah mampu, sudah menjadi pekerja penerima upah (PPU), meninggal dunia atau memiliki NIK ganda.
Pendapatan
Sementara, BPJS Watch menilai penambahan kuota peserta PBI sebanyak 4,4 juta jiwa berpotensi menambah pendapatan iuran bagi dana jaminan sosial BPJS Kesehatan.
Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar mengatakan penambahan jumlah kuota ini berpotensi menambah dana senilai Rp1,2 triliun. Angka tersebut muncul dari kalkulasi, yaitu jumlah peserta 4,4 juta jiwa dikalikan iuran PBI Rp23.000 dan dikalikan 12 bulan. “Hal ini baik sehingga defisit 2019 bisa dikurangi,” ujar dia, Rabu (9/1).
Meski demikian, dia menuturkan potensi pendapatan ini juga bakal ditentukan oleh pendataan dan pendaftaran rakyat miskin.
Berdasarkan catatannya, kendati kuota PBI selama ini 92,4 juta, tetapi yang riil didaftarkan adalah 92,3 juta jiwa. Dengan demikian, sambungnya, masih terdapat 100.000–an belum PBI belum terdaftar.
Selain itu, Timboel juga menyoroti soal distribusi Kartu Indonesia Sehat untuk peserta PBI. Dia mengklaim belum sepenuhnya peserta PBI menerima KIS.  Dia menduga masalah ini terjadi lantaran proses pencetakan dan pendistribusian kartu tersebut masih dilakukan secara bertahap. (Dika Irawan/JIBI)