Tas Mencurigakan Bikin Geger

BOYOLALI—Tas mencurigakan yang tergeletak di teras pondok pelajar milik IPHI Boyolali, tepatnya di Madumulyo, Desa Pulisen, Kecamatan Boyolali Kota, Rabu (9/1), menggegerkan warga sekitar.
Tas mencurigakan itu awalnya diduga berisi bom. Belakangan tas tersebut diketahui berisi peralatan sekolah milik siswa SMAN 1 Teras, Boyolali.
Penemuan tas mencurigakan itu sempat menggegerkan aparat kepolisian karena gedung pondok pelajar tersebut juga berada di depan GOR Indoor Boyolali yang berisi logistik Pemilu 2019 milik KPU Boyolali. Bahkan, tim gegana Polda Jateng juga didatangkan ke lokasi untuk memeriksa tas tersebut.
Tas berwana cokelat itu ditemukan kali pertama oleh penjaga GOR Indoor, Sriyono, 60 yang saat itu selesai bersih-bersih lingkungan gedung. Saat itu dia melihat seonggok tas tergeletak di teras dan tidak ada orang di sekitarnya. Dia sempat menanyakan kepada beberapa orang yang pekerja proyek agak jauh dari lokasi, tetapi tak satu pun yang mengakui kepemilikan tas itu. “Karena tidak ada yang mengaku, saya bilang kepada petugas polisi penjaga GOR. Kan di sini memang selalu ada polisi,” kata dia.
Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Mapolres Boyolali. Beberapa saat kemudian, sejumlah petugas dari berbagai satuan datang untuk mengamankan lokasi. Petugas juga memasang garis polisi untuk menghalangi pihak tidak berkepentingan mendekati tas itu.
Tim gegana Polda Jateng didatangkan untuk melakukan pemeriksaan. Sesampai di lokasi, personel penjinak bom langsung mengenakan pengaman sebelum mendekat ke objek. Pada waktu yang sama, diperoleh informasi bahwa tas tersebut adalah milih Bagus Prasetyo, siswa kelas XII SMAN 1 Teras Boyolali yang telah dicuri orang. Bahkan saat itu Bagus datang ke lokasi untuk mencari tahu kebenaran bahwa tas itu miliknya. Dari kejauhan, Bagus mengenali bahwa tas tersebut miliknya,
Meski demikian, tim gegana tetap melakukan pemeriksaan secara khusus untuk mengantisipasi penyalahgunaan tas oleh orang tak dikenal untuk kejahatan. Bahkan, polisi tetap melakukan pemeriksaan isi tas dengan alat X-Ray dan diketahui tas itu berisi alat tulis keperluan sekolah.
Wakapolres Boyolali Kompol Zulfikar Iskandar mewakili Kapolres AKBP Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, pihaknya tidak mau gegabah terhadap temuan yang mencurigakan sehingga pihaknya melakukan pemeriksaan tas tersebut dengan personel dan peralatan khusus penjinakan bom.
“Kami tidak berspekulasi ini aman atau tidak aman. Ketika mencurigakan, kami periksa,” ujarnya kepada wartawan di lokasi. Setelah dinyatakan aman, tas tersebut dibuka dan ternyata berisi peralatan sekolah milik Bagus.
Bagus tidak menyangka tas yang hilang itu sudah ditinggalkan oleh orang yang diduga mencurinya begitu saja. Bahkan keberadaan tas di depan GOR Indoor Boyolali itu sudah membuat polisi mencurigainya berisi bom atau benda membahayakan lainnya. Setelah diperiksa, peralatan sekolah di dalam tas tersebut masih utuh, namun dompetnya sudah raib. (Akhmad Ludiyanto)