Bukalapak Investasi Rp1 Triliun Kembangkan Mitra

JAKARTA—Bukalapak akan menggelontorkan dana investasi Rp1 triliun untuk pengembangan lini baru, yakni Mitra Bukalapak.
CEO & Founder Bukalapak Ahmad Zaky mengatakan Bukalapak selama ini telah membangun ekosistem bisnis daring yang mapan. Hingga 2018, Bukalapak telah merangkul lebih dari 4 juta pelapak dan 50 juta pengguna di seluruh Indonesia.
Namun, dia mengungkapkan pasar daring di Indonesia masih memiliki porsi yang sangat kecil dibandingkan dengan pangsa pasar luring.
Menurut dia, jumlah masyarakat yang telah menikmati transaksi secara luring baru mencapai 3%-4% dari total penduduk Indonesia. Ada lebih dari 95% masyarakat yang masih menggunakan transaksi tradisional.
Selain itu, jumlah pelapak yang ada di platform Bukalapak baru sekitar 4 juta dari total pelaku usaha kecil dan menengah yang tercatat pemerintah lebih dari 50 juta.
Sejak 2017 lalu Bukalapak mulai mengembangkan bisnisnya untuk menggarap pasar besar yang belum tersentuh dengan menghadirkan Mitra Bukalapak yang menggandeng warung dan pelaku usaha kecil menengah lainnya.
“Tahun ini Bukalapak akan lebih fokus untuk mengembangkan ekosistem offline yang jumlahnya sangat banyak dan peluangnya besar, sangat potensial lah. Tapi bukan berarti online dibiarin, tetap akan tumbuh juga,” ujar dia di Jakarta, Kamis (10/1).
Hingga saat ini, Mitra Bukalapak telah memberdayakan lebih dari 500.000 warung dari 700.000 pelaku usaha mandiri di seluruh Indonesia.
Zaky menjelaskan lini bisnis tersebut mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bisnis daring. Dirinya mengatakan sektor luring telah menyumbangkan pendapatan Bukalapak sekitar 20% dengan nilai transaksi sekitar Rp1 triliun per bulan.
President & Co-founder Bukalapak Fajrin Rasyid mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk mengedukasi kepada mitra para pemilik warung agar memanfaatkan teknologi untuk lebih memaksimalkan bisnis mereka.
Hal tersebut dilakukan untuk mendorong para pelaku usaha kecil naik kelas menjadi pelaku usaha kelas menengah melalui pemanfaatan teknologi, sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Fajrin menyampaikan pihaknya secara internal terus mengembangkan teknologi dari Mitra Bukalapak untuk meningkatkan berbagai fitur yang dapat memudahkan mitra.
Zaky menambahkan investasi yang dilakukan Bukalapak juga akan digunakan untuk keperluan infrastruktur dan logistik dengan menambah gudang dan persediaan warung. Selain itu, dirinya mengungkapkan saat ini para pemilik warung yang menjadi Mitra Bukalapak masih didominasi oleh wilayah-wilayah dengan jumlah penduduk tinggi. Ke depan, pihaknya juga akan melakukan ekspansi ke berbagai daerah. (Syaiful Millah/JIBI)