Fokus Pengamanan di Kampanye Terbuka

JOGJA—Tahapan kampanye terbuka pada Pemilu 2019 akan menjadi salah satu fokus perhatian pihak keamanan di Gunungkidul, Jogja, dalam waktu dekat ini.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady, mengungkapkan dalam kampanye terbuka jika ada tindakan, pelanggaran-pelanggaran dalam lalu lintas juga akan dilakukan tilang.
“Nantinya akan ada tindakan tegas jika melanggar lalu lintas dalam pelaksanaan kampanye terbuka, baik tidak mengenakan helm, kendaraan tidak standar dan lain sebagainya akan ditindak tegas untuk ditilang,” kata Fuady, Kamis (10/1).
Saat pengamanan tahapan Pemilu ini setidaknya ada 745 personel yang disiapkan, di luar itu juga disiagakan 1.188 personel. Hal ini untuk mengantisispasi gesekan antarpendukung. Selain itu pihaknya mengungkapkan terus berkoordinasi dengan instansi terkait lain termasuk Ormas.
Pada pelaksanaan Pemilu, Kapolres memastikan kepolisan akan bersikap netral. “Hukumnya wajib tidak bisa ditawar [bersikap netral]. Kami juga sudah mengimbau kepada seluruh anggota, saat berfoto untuk tidak menunjuklan jari atau tanda yang dapat diterjemahkan oleh orang lain, mendukung salah satu calon,” ujarnya.
Sementara itu Dandim 0730/Gunungkidul, Letkol (Inf) Muhammad Taufik Hanif, mengungkapkan TNI juga akan turut mengamankan pesta demokrasi tahun ini dengan menyiapkan sejumlah personil dan seluruh anggotanya.
“Ada 282 personil yang akan disiapkan nanti untuk membantu pengamanan. Disamping itu seluruh pasukan yang ada di Makodim [Markas Kodim] akan bisa gerak sewaktu-waktu jika diperlukan,” ujarnya.
Taufik memastikan TNI akan bersikap netral dan hal tersebut menurutnya harga mati. “Tidak ada politik praktis kami pastikan,” katanya.
Terpisah, Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, mengatakan kampanye terbuka akan dimulai pada Minggu (24/3) hingga Sabtu (13/4). Ke depan KPU akan terus berkoordinasi dengan peserta Pemilu terkait penyusunan jadwal kampanye rapat umum, termasuk koordinasi dengan Pemkab, Polres, terkait lokasi yang bisa digunakan dan pengamanan kampanye.
“Untuk peserta pemilu sendiri sementara imbauannya agar mulai mempersiapkan rencana jadwal rapat umum masing-masing peserta Pemilu di Gunungkidul dengan mengacu jadwal dari tim/ pelaksana kampanye pusat dan provinsi,” katanya.
Terkait daerah yang dinilai rawan sendiri menurut Hani berada di lokasi-lokasi perbatasan Kabupaten lain. “Akan menjadi perhatian lebih untuk daerah perbatasan itu dengan bekerjasama dengan kepolisian,” ujarnya. (JIBI/Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo)