Hotel Seriusi OTA

SOLO—Sejumlah hotel di Soloraya serius menggarap pasar tamu yang memesan kamar melalui online travel agent (OTA). Terlebih adanya peningkatan okupansi yang signifikan dari tamu OTA ini setiap tahunnya. Meskipun begitu, hotel juga masih mengandalkan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), dan event pernikahan.
Marketing Communication Manager Novotel Solo, Tiwik Widowati, mengatakan sepanjang 2018 tamu yang memesan kamar paling banyak berasal dari OTA, yakni sebesar 21,8%. Setelah itu baru disusul dari pemerintahan 17%, lewat situs hotel dan walk in 16%, korporasi 16%, sisanya salah satunya adalah leasure.
“Tamu yang pesan kamar via OTA ini ada yang baru dan lama atau repeater. Tetapi, repeater kebanyakan terintegrasi dengan member atau loyal customer,” ujar dia kepada Koran Solo, Kamis (10/1).
Tiwik menambahkan pangsa tamu OTA ini terbilang menjanjikan. Pada 2017 lalu customer yang booking kamar melalui OTA ini sebesar 19,8%. Dengan demikian, ada kenaikan 2% pada 2018. Di sisi lain, dalam setahun total jumlah kamar yang dipesan adalah 38.000 room nite.
Menurut dia, para tamu kian dipermudah dengan menjamurnya OTA ini. Mereka bisa memesan kamar sendiri tanpa melalui agent. Selain itu, tamu dapat mengecek harga kamar secara langsung sehingga bisa menyesuaikan bujet yang dimiliki.
Sementara Marketing Communication Manager Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) Solo, Tia Kristiyanti, mengatakan total keseluruhan OTA selama 2018 sekitar 40%. Bahkan, momen Tahun Baru lalu tamu yang menginap di hotel ini, 70% di antaranya booking via OTA.
Tia menambahkan 2019 ini manajemen hotel fokus menggarap tiga hal, yakni pasar OTA, MICE, dan pernikahan. Hal yang paling diunggulkan adalah wedding venue yang kerap jadi pilihan para tamu, ini selain meeting room dan kamar hotel.
Adanya tamu OTA ini juga mendongkrak okupansi Harris Hotel and Convention Solo yang terbilang baru sebagai pelaku bisnis hotel di Kota Bengawan. Marcom Manager Harris Hotel and Convention Solo, Ery Fibriani, mengatakan tamu hotel via OTA sebesar 20%. Hotel bintang empat ini baru buka pada April 2018 lalu.
“Tamu terbesar 40% dari MICE disusul OTA 20%, sisanya adalah dari pemerintahan, korporasi, dan travel agent,” ujar dia.
Sementara itu, Syariah Hotel mencatat pasar OTA mencapai 40% atau di bawah pangsa MICE sebesar 50%. Kali terakhir okupansi hotel naik signifikan saat libur Natal dan Tahun Baru. Public Relation Manager Syariah Hotel, Paramita Indah W, menjelaskan segmen pasar OTA ini tidak bisa dilepaskan begitu saja. (Farida Trisnaningtyas)