Ibu dan Anak Diserang Piton

GUNUNGKIDUL—Seorang ibu dan anak menjadi korban serangan ular piton yang memiliki panjang kurang lebih 4 meter di Dusun Trengguno Kidul, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, DIY, Kamis (10/1).

Herlambang Jati Kusumo
redaksi@koransolo.co
Beruntung nyawa keduanya dapat terselamatkan. Korban bernama Tri Duwianto, 19, yang mengalami sakit pada leher karena dililit. Sementara sang ibu bernama Sarjiyem, 51, mengalami luka pada jari tangan kanannya.
Sarjiyem menuturkan peristiwa bermula saat ia terbangun dari tidurnya lantaran mendengar suara gaduh dari kandang ayam di belakang rumahnya sekitar pukul 04.00 WIB. Ia kemudian berinisiatif untuk membangunkan anaknya untuk mengecek.
Setelah itu, Tri kemudian mengambil senter lantaran kondisi kandang yang berjarak sekitar 10 meter dari rumah korban dan sedikit masuk dalam gua membuat kondisi sekitar gelap. “Pas jongkok dan ngecek itu dari samping ada ular menyerang dan nggubet [melilit] leher anak saya,” kata Sarjiyem, Kamis (10/1).
Melihat leher anaknya dililit dan digigit ular tersebut, ia pun berusaha membantu menyelamatkan dengan menarik ular. Usahanya pun tidak sia-sia, ular tersebut berhasil dilepaskan. Namun seketika itu juga, ular justru menyerang kaki Sarjiyem dan sempat menggigit jarinya.
Ia dan anaknya pun terjatuh dan tidak bisa berbuat banyak, hanya mampu berteriak minta tolong. “Sambil nangis itu saya minta tolong karena ngelihat anak saya banyak mengeluarkan darah,” ujarnya.
Beruntung bagi keduanya lantaran teriakan Sarjiyem mengundang salah seorang warga yang kebetulan sedang melintas. Setelah itu, langsung berupaya menangkap ular tersebut dan kedua korban segera dirawat di Rumah Sakit Panti Rahayu. Kondisi mereka kini membaik dan sudah dibawa kembali ke rumah.
Setelah serangan ular itu Sarjiyem mengalami luka pada dua jarinya. Sementara sang anak harus mendapat perawatan pada bagian lehernya.
Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Ponjong Brigadir Sugeng Widodo mengungkapkan kemunculan ular piton di Dusun Trenggono Kidul bukan pertama kalinya. “Di sekitar lokasi kemunculan ular berukuran besar sudah empat kali dalam dua bulan terakhir. Namun untuk yang menyerang warga baru kali pertama,” katanya.
Setelah serangan ular piton itu, menurut salah satu warga, Kasidi, diduga masih ada ular lainnya. “Kami cari lagi, sepertinya masih ada di luweng-luweng [Gua kecil]. Selain itu juga kami menyisir di bukit-bukit belakang rumah,” ucap Kasidi.
Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi lagi kejadian yang sama, karena diduga masih ada satu ular lagi yang berkeliaran. Terlebih geografis dusun tersebut mendukung hidupnya ular. “Diusahakan luweng-luweng ini dibersihkan, insya Allah ke depan tidak jadi tempat tinggal ular yang dapat menyerang warga,” ujarnya. (JIBI)