PERISTIWA KECELAKAAN Habis Goda Karyawan, Nyawa Pemuda Berakhir di Rel KA

KLATEN—Seorang pria meninggal dunia setelah tertabrak kereta api (KA) di Dukuh Koplak, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten, Kamis (10/1) pagi. Diduga, pria tersebut meninggal dunia setelah mencoba berlari ke arah KA.
Informasi yang dihimpun dari kepolisian, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Warga mengaku tak mengenal pria tersebut dan baru kali pertama melihatnya berada di sekitar lokasi kejadian.
Salah satu petugas parkir salah satu toko tak jauh dari lokasi kejadian, Herman, 30, mengaku melihat seorang pria duduk sendirian di bawah pipa plastik salah satu toko yang berada di sisi selatan rel KA. “Saya baru membantu membuka pintu toko. Saya melihatnya duduk dan berbicara sendiri serta bernyanyi. Kemudian saya masuk ke toko dan berbincang dengan karyawan toko katanya habis digoda sama pria itu,” kata Herman saat ditemui wartawan di sekitar lokasi kejadian, Kamis siang.
Herman kembali ke tepi jalan dan mencoba melihat keberadaan pria tersebut. Namun, ia hanya mendapati kaus putih tergeletak tak jauh dari tempat duduk pria yang sebelumnya ia lihat. “Tahu-tahu sudah banyak orang di tepi rel KA. Ternyata orang yang tadi saya lihat tertabrak KA,” ungkapnya.
Herman menjelaskan jasad pria itu sudah berada tak jauh dari pintu perlintasan KA di dekat Pasar Hewan Prambanan. Jaraknya diperkirakan 300 meter dari lokasi tempat pria itu duduk. Pria itu meninggal dunia dengan kondisi jasadnya tak lagi utuh. “Yang saya tahu hanya ada tato pada punggung pria itu,” urai dia.
Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi melalui Kapolsek Prambanan AKP Mujiana mengatakan dari keterangan sejumlah warga pria itu diketahui berlari dari sisi selatan rel menuju KA Joglosemarkerto yang melaju dari timur barat atau dari Klaten menuju Jogja. Pria tersebut tertabrak lokomotif KA dan terseret beberapa ratus meter.
Polisi membawa jasad korban ke RS Bhayangkara Polda DIY, Kalasan, Kabupaten Sleman setelah dievakuasi dari rel KA. Identitas pria itu diketahui bernama Romulus Wahyu Bagas, 22, warga Dukuh Pulerejo, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman setelah ada sejumlah temannya yang mendatangi mapolsek berbekal ciri-ciri tato bergambar salib pada punggung pria tersebut. “Jenazahnya langsung diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” katanya.
Soal indikasi pria itu bunuh diri, Kapolsek tidak bisa memastikan. “Saya belum bisa sampai ke situ [indikasi bunuh diri]. Yang kami ketahui seperti itu [tertabrak KA],” kata dia. (Taufiq Sidik Prakoso)