Sambut Imlek, Kawasan Pasar Gede Berhias 5.000 Lampion

SOLO—Sebanyak 5.000 lampion akan dipasang di seputar Pasar Gede Solo untuk memeriahkan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 5 Februari 2019. Sebagian lampion telah dipasang, lainnya menyusul.
“Separuh lampion sudah dipasang, separuh lainnya menyusul,” ujar panitia Imlek 2019, Sumartono Hadinoto, saat dihubungi Koran Solo melalui telepon seluler (ponsel), Kamis (10/1).
Sumartono menjelaskan Imlek 2019 mengambil tema Merajut Kebinekaan, sama dengan tema tahun sebelumnya. Diharapkan momentum Imlek 2019 dapat mengangkat kembali semangat untuk kebinekaan bangsa.
Salah satu bentuk kebinekaan yang ditunjukkan dalam kegiatan Imlek yaitu Kirab Gerebek Sudiro yang merupakan kegiatan warga Sudiroprajan. Selama bertahun-tahun kegiatan tersebut dikolaborasikan dengan perayaan Imlek.
“Bangsa Indonesia terdiri atas 140.000 suku, dan agama yang berbeda-beda. Kalau bukan kita yang menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, siapa lagi? Kami ingin masyarakat Solo tetap harmonis dan bersatu,” sambung dia.
Selain memasang lampion, panitia akan memasang 12 shio. Sebagian shio itu dibuat dengan desain baru dan ukuran lebih besar daripada tahun lalu. Shio-shio baru itu didatangkan dari Malang, Jawa Timur (Jatim).
“Kami targetkan pemasangan 5.000 lampion selesai sepekan sebelum Gerebek Sudiro. Gerebek digelar sepekan sebelum Imlek. Sedangkan shio kami buat beda agar yang mau berswafoto tidak bosan dan puas,” imbuh dia.
Ada juga acara Solo Imlek Festival 2019 yang akan digeber di halaman Pendapi Gede Balai Kota Solo. Perayaan Imlek tahun-tahun sebelumnya acara itu digelar di Beteng Vastenburg. Tahun ini dipindah ke Balai Kota Solo. Pemindahan tersebut terkait dengan proyek di Jl. Jenderal Sudirman Solo.
“Kami mendukung program Pemkot membenahi jalan. Juga kebijakan tak membolehkan penyalaan kembang api,” kata dia.
Sumartono menilai proyek fisik Jl. Jenderal Sudirman merupakan bagian program pembangunan dan penataan infrastruktur jalan. “Persiapan terus kami lakukan menjelang Imlek. Semoga lancar tidak ada kendala,” harap dia. (Kurniawan/JIBI)