Sapi Berkaki Dua Menjadi Perhatian Warga

JOGJA—Seekor anak sapi milik warga Dusun Randusari RT 003/RW 002, Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen, Jogja, menjadi perhatian warga. Hal ini karena sapi milik Samiyem ini hanya memiliki dua kaki di bagian belakang.
Warga silih berganti datang ke rumah milik Samiyem untuk melihat dan mengambil foto anak sapi berwarna cokelat, putih tersebut. Samiyem menceritakan anak sapi tersebut lahir pada Selasa (8/1) pukul 22.00 WIB.
Ia menegetahui kelahiran sapi tersebut lantaran suara gaduh dari sang induk di kandang di belakang rumahnya. Dia dan suaminyapun kemudian mengecek ke kandang dan melihat anak sapi tersebut sudah lahir. Lantaran keduanya sudah berusia lanjut, iapun meminta bantuan tetangganya, Wasito, untuk melihat kondisi sapi.
“Kalau kondisinya sehat, sampai sekarang. Cuma ya itu kakinya hanya dua, jadi tidak bisa berdiri. Tidak ada tanda-tanda juga, karena induknya juga sehat normal makannya biasa,” ucap Samiyem, Kamis (10/1).
Samiyem menceritakan karena merasa kasihan melihat anak sapi tersebut di kandang, keesokan harinya, Rabu (9/1), ia meminta tolong Wasito untuk membantu mengangkat dan memindahkan ke samping rumahnya.
“Ini juga saya kasih alas mendong [tikar] untuk alas pedet ini. Ya semoga tetap bertahan hidup saja,” ucapnya.
Sapi yang masih berumur tiga hari itu juga tidak banyak bergerak dan tidak diikat oleh Samiyem. Anak sapi itu lebih banyak berdiam diri. Meski begitu menurutnya untuk pemenuhan susu dari induk dari ibunya masih lancar.
“Untuk minum susu dari induknya harus memakai dot bayi, jadi diperas dari induknya. Minumnya lancar, sehari tiga kali minum susunya, kalau makan belum karena masih tiga hari,” ujarnya.
Walaupun kondisi anak sapi tersebut masih sehat, namun ia khawatir tidak bisa merawatnya jika sudah besar. Samiyem berencana menjual anak sapi tersebut jika nantinya ada yang menawar untuk membeli pedet miliknya itu.
Salah seorang warga yang penasaran dengan kondisi pedet tersebut, Paimin menuturkan adanya kabar anak sapi berkaki dua tersebut sudah sampai mana-mana.
“Kabarnya saya pas di pasar malah orang banyak yang nanya, lalu kesini penasaran juga jadi ingin melihat. Kondisinya menurut saya tetap sehat dan besar,” ujarnya. (JIBI/Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo)