Tarif Batas Bawah Ojek Online Rp2.000

JAKARTA—Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi menyatakan tarif batas bawah ojek daring diperkirakan Rp2.000 hingga Rp2.500.

redaksi@koransolo.co.id

Budi menjelaskan dalam beleid menteri tentang ojek online akan mengatur tarif, namun dalam rancangan peraturan menteri tarif belum ditetapkan nominal.
”Kalau taksi online itu Rp3.500, mungkin bisa Rp2.000-Rp2.500, tarif atasnya pasti enggak mungkin di atas Rp3.500,” ujar dia di Jakarta, Kamis (10/1).
Budi mengatakan masalah tarif ini merupakan hal prioritas yang harus dibahas dibandingkan dengan tiga aspek lainnya, seperti terkait pemberhentian pengemudi ojek (suspension), keselamatan, dan kemitraan.
”Kalau saya perhatikan di antara keempat ini yang prioritas sekali dan kemungkinan saya harus ada titik temu dengan pihak pengemudi dan aplikator terkait masalah tarif,” jelas dia.
Budi menambahkan pihaknya juga tidak menetapkan tarif berdasarkan per kilometer, tetapi dengan sistem batas atas dan batas bawah.
”Katakan per kilometer minimal kami membuat tarif terendah, dan juga tarif teratas, tarif batas bawah, tarif batas atas nanti kami lakukan perhitungan,” jelas dia.
Menurut Budi, terdapat sejumlah aspek dalam penentuan tarif batas tersebut, di antaranya biaya langsung dan tidak langsung, investasi, biaya operasional, penyusutan kendaraan, bahan bakar minyak termasuk jam kerja pengemudi.
”Tarif versi aplikator dan versi pengemudi itu harus seimbang dengan tingkat penyusutan kendaraan, bensin, kesehatan, dan yang lain,” papar dia.
Budi menjelaskan pemerintah juga akan mengatur ojek pangkalan. ”Kemarin memang muncul diskusi, kalau akan mengatur ojek yang berbasis aplikasi harapan saya juga muncul ojek tidak berbasis aplikasi. Mereka masih ada sampai sekarang,” imbuh dia.
Ojek Pangkalan
Budi mengatakan tidak semua lapisan masyarakat memiliki aplikasi untuk memesan ojek baik untuk mengangkut orang maupun barang. ”Tidak semua masyarakat menggunakan Android. Ada juga ibu-ibu yang begitu turun mau langsung ke pasar karena jarak dekat pakai ojek pangkalan. Kami harapkan diskusi ini juga menyinggung atau mengakomodasi ojek pangkalan,” papar dia.
Namun, menurut dia, terkait tarif akan berbeda dengan ojek online karena ojek pangkalan tarif ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pengemudi dan penumpang.
”Kalau ojek pangkalan tarif berdasarkan kesepakatan bersama. Mungkin keselamatan yang nanti kami atur,” jelas dia. (Antara/JIBI)