11 Calon Bersaing Jadi Kades Ngringo

Ponco Suseno

Sebanyak 11 warga Ngringo telah bersiap maju ke gelanggang pemilihan kepala desa (pilkades), Rabu (20/2). Jumlah 11 pelamar tergolong terbanyak di Bumi Intanpari.
Dari 162 desa di Karanganyar, sebanyak 145 desa bakal menggelar pilkades serentak di tahun 2019. Banyaknya pelamar dan jumlah penduduk mengakibatkan Desa Ngringo ditetapkan sebagai salah satu desa rawan terjadi konflik saat pilkades berlangsung.
Masing-masing warga yang ingin merasakan empuknya kursi kepala desa (kades) Ngringo terdiri dari berbagai latar belakang. Di antara mereka ada yang dari kalangan swasta, pengusaha, pegawai negeri sipil (PNS), advokat, hingga petahana. Sebanyak 11 pelamar kades di Ngringo, yakni Sarwosih, Widodo, Sudi Prasetyo, Anton Sudibyo, Indarto Setiawan, Supardi, Sugiharto, Ratih Juniati, Winarso, Suparman, dan Sardiman
Belasan pelamar itu sudah resmi mendaftarkan diri ke panitia pilkades di Ngringo dalam beberapa waktu terakhir. Sesuai peraturan, jumlah cakades di setiap desa, minimal dua orang dan maksimal lima orang. Sehingga, masing-masing cakades harus melewati rintangan perdana guna menduduki kursi kades di Ngringo. Rintangan pertama itu berupa ujian tertulis yang digelar panitia pilkades, Kamis (24/1).
Sebanyak lima kadidat dengan perolehan nilai terbaik berhak maju ke gelanggang untuk berebut suara di Ngringo. Jumlah pemilik suara di Ngringo sebanyak 17.695 orang. Selanjutnya, masing-masing cakades harus bersiap tancap gas menyiapkan berbagai strategi jitu mengundang simpati warga.
“Jumlah 17.695 pemilih di Ngringo tersebar di delapan dusun dan 29 Rukun Warga (RW). Banyaknya pelamar menurut hemat kami karena kemudahan persyaratan. Masing-masing pelamar juga ingin mengukur kemampuan dan dukungan masyarakat. Ini juga mengindikasikan berhasilnya era demokrasi di desa. Tahapan pilkades sekarang sudah sampai ke verifikasi dan klarifikasi berkas pelamar sekaligus persiapan ujian tertulis, Kamis (24/1),” kata Ketua Panitia Pilkades Desa Ngringo, Lasa, kepada Koran Solo, Jumat (11/1).
Sadar masing-masing pelamar harus melewati rintangan perdana sebelum maju ke gelanggang pilkades, 11 pelamar saat ini mempersiapkan diri agar dapat melewati tahapan ujian tertulis dengan baik. Para kandidat juga sudah mempelajari kisi-kisi ujian tertulis, termasuk wawasan kebangsaan, berbagai peraturan yang menjadi produk hukum desa, dan lain sebagainya.
“Saya sudah siap mengerjakan ujian tertulis. Saya optimistis dapat melewati ujian pertama itu,” kata salah satu cakades di Ngringo sekaligus Bendahara Desa Ngringo, Widodo, saat ditemui Koran Solo, di kantornya, Jumat.
Widodo yang sudah menjadi bendahara desa di Ngringo sejak 2016 maju mencalonkan diri sebagai kades karena dorongan warga di sekitarnya, yakni RW 012 dan RW 013. Pria kelahiran 24 Juni 1978 ini tak canggung meski harus bertarung dengan atasannya di Pemdes Ngringo, yakni Sardiman yang menjabat sebagai kades Ngringo. Widodo juga siap bersaing secara sportif dengan pelamar lainnya.
“Saya ingin mewujudkan Ngringo yang maju dan sejahtera. Saya ingin mewujudkan transparansi anggaran, pengelolaan keuangan yang baik, dan mengerjakan pembangunan skala prioritas dan merata. Itu semua demi Ngringo yang kuncara. Saya sudah silaturahmi dengan warga, rata-rata responsnya baik. Strategi sudah disiapkan juga,” kata Widodo.
Hal senada dijelaskan cakades lainnya, Anton Sudibyo. Pria kelahiran 30 Mei 1990 ini merasa tertatang untuk menjadi orang nomor satu di Pemdes Ngringo karena melihat kondisi di desanya cenderung monoton. Sebagai seorang pemuda, pengusaha digital printing dan advertising dia ingin meningkatkan pelayanan prima ke masyarakat. Di samping itu, anak dari seorang kontraktor ini ingin memajukan Ngringo dengan pembangunan yang transparan.
“Saya cakades termuda di Ngringo. Saya ingin mengubah Ngringo menjadi desa yang patut dicontoh oleh desa lainnya. Selama tiga tahun terakhir, saya sudah mempelajari tentang pemdes. Warga juga mendorong saya untuk maju. Saya juga sudah sering ke warga, termasuk ke kandang lawan. Strategi sudah disiapkan, pokoknya strateginya milenal banget. Dengan berbagai bekal yang ada, saya optimistis dapat meraih kemenangan di pilkades nanti,” katanya.
Cakades lainnya, Sardiman, juga sudah menyiapkan diri dengan matang guna menghadapi pilkades di desanya. Saat ini Sardiman masih menjabat sebagai Kades Ngringo. “Saya maju lagi untuk periode kedua. Yang terpenting bagi saya niat ibadah untuk menjadi pemimpin,” katanya.