LEVANTE 2-1 BARCELONA Tertidur Lama di Babak Pertama

VALENCIA—Levante sekali lagi menunjukkan diri sebagai pembunuh raksasa musim ini. Setelah mempermalukan Real Madrid dengan skor 2-1 dalam Liga Primera di Santiago Bernabeu, Oktober 2018 lalu, tim berjuluk Granotas itu menjungkalkan raksasa lain, Barcelona.
Blaugrana dipaksa menyerah 1-2 dalam laga leg I babak 16 besar Copa del Rey yang digelar di Ciutat de Valencia, Jumat (11/1) dini hari WIB. Meski kalah, Barca masih berpeluang mempertahankan trofi jika mampu menang minimal 1-0 dalam leg II di Camp Nou, 18 Januari.
Tampil tanpa sejumlah pemain andalan seperti Lionel Messi dan Luis Suarez, Barca kesulitan mendikte permainan seperti tipikal mereka di laga-laga lain. Barca tampaknya terlalu sembrono dengan menurunkan 10 pemain pelapis di laga itu, termasuk rekrutan anyar Jeison Murillo dan bek muda Chumi Brandariz. Praktis Barca hanya menyisakan Sergio Busquets sebagai pemain inti di laga tersebut. Itu pun Busquets dipaksakan menjadi bek tengah bersama Murillo dan Chumi.
Tim asuhan Ernesto Valverde itu akhirnya kena batunya setelah tertinggal 0-2 meski laga baru berlangsung 18 menit. Erick Cabaco mengejutkan pertahanan Barcelona setelah melesakkan sundulan mematikan di menit keempat. Beberapa menit kemudian Levante mendapat dua peluang emas melalui Moses Simon dan Emmanuel Boateng. Beruntung upaya tersebut masih bisa dipatahkan Jasper Cillessen.
Tuan rumah akhirnya benar-benar menambah gol di menit ke-18. Striker pinjaman dari Real Madrid, Borja Mayoral memanfaatkan umpan Boateng yang kemudian dengan tenang melepaskan tembakan ke pojok kiri gawang Cillessen. Barca sendiri hanya mampu mencetak gol hiburan di menit ke-85 lewat penalti Philippe Coutinho setelah Denis Suarez dijatuhkan Coke. “Di babak pertama kami tertidur dan Levante mengambil keuntungan dari sana,” sesal Busquets seperti dilansir Sport.
Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, tak sependapat jika kekalahan timnya terjadi akibat rotasi pemain. Dia menilai semua pemain yang tampil adalah pemain terbaik dan punya peluang untuk mempersembahkan kemenangan. “Kami perlu menyadari bahwa kami harus melakukan rotasi untuk melindungi pemain dari risiko cedera,” ujarnya dilansir Diario Sport.
Pelatih Levante, Paco Lopez, tak bisa menyembunyikan kegembiraan setelah timnya menghantam Barca 2-1. Hasil itu kian spesial karena menghentikan rentetan lima laga tanpa kemenangan di kompetisi domestik. Paco memang pantas bangga karena skuat yang membekuk Barca terdiri dari delapan pemain pelapis.
“Bagi tim seperti kami, mengalahkan Barcelona selalu menjadi kebanggaan. Kami tahu pemain terbaik di dunia tak tampil, tapi saya tetap bangga dengan tim, sangat bangga,” ujarnya dilansir Marca. (Chrisna Chanis Cara/JIBI)