Tangisan Si Pangeran Kecil

LONDON—Samir Nasri mengira kariernya bakal berakhir ketika dia disanksi 18 bulan oleh World Anti-Doping Agency (WADA) atau Badan Anti-Doping Dunia.

Hanifah Kusumastuti
redaksi@solopos.co.id

Pada Desember 2016, Nasri benar-benar sial. Ia mengalami mimpi terburuk dalam karier sepak bolanya karena divonis melakukan doping saat menjalani pemeriksaan pembuluh darah di Los Angeles (LA), Amerika Serikat (AS). Namun, mimpi buruk gelandang mungil asal Prancis itu tidak menjadi kenyataan.
Setelah masa hukumannya berakhir pada Desember 2018, Nasri kembali ke Inggris. West Ham United bersedia menampung mantan pemain Arsenal dan Manchester City tersebut pada bursa transfer Januari ini. Ia bereuni dengan mantan pelatihnya di Manchester City, Manuel Pellegrini, yang menangani West Ham mulai awal musim ini.
”Saya sosok yang kuat secara mental, saya benar-benar kuat, namun mungkin ini kali pertama dalam hidupku, saya menangisi tentang karier karena saya pikir ini sudah berakhir. Benar-benar momen berat ketika saya jatuh. Namun sekarang saya kembali ke liga paling kompetitif [Liga Premier] di dunia, dengan tim yang penuh ambisi bersama seorang manajer yang saya kenal, dengan stadium bagus. Ini adalah pekerjaan terbaik di dunia,” ujar Nasri, seperti dilansir skysports.com, Jumat (11/1).
Nasri menjalani debutnya di lapangan sejak terkena sanksi doping saat The Hammers, julukan West Ham, menundukkan Birmingham City 2-0 pada babak ketiga Piala FA, akhir pekan lalu. Nah giliran Nasri akan melakoni debutnya di Liga Premier sejak skandal doping tersebut, akhir pekan ini. Menariknya, Nasri bakal berjumpa dengan mantan klubnya, Arsenal, di London Stadium, London, Sabtu (12/1) pukul 19.30 WIB (disiarkan langsung Bein Sports 1). Ini bakal menjadi penampilan perdana Nasri di Liga Premier sejak Agustus 2016.
Hubungan Nasri dengan pendukung Arsenal diketahui tidak harmonis. Dia kerap menjadi sasaran boo ketika bereuni dengan The Gunners, julukan Arsenal. Nasri dianggap pendukung Arsenal sebagai sosok mata duitan ketika hengkang ke City pada 2011. Apakah pemain berjuluk ”Le Petit Prince” (Si Pangeran Kecil) ini sudah siap bertemu mantan klub yang pernah membesarkannya itu? ”Saya tidak sabar dengan laga berikutnya, laga derby melawan Arsenal, saya yakin atmosfernya akan lebih gila,” jelas dia.
Rekor Arsenal
Tapi Arsenal sepertinya siap memberi tangisan lain untuk Si Pangeran Kecil. The Gunners merupakan tim yang paling sering mengalahkan West Ham di era Liga Premier, yakni sebanyak 29 kali. Reputasi Arsenal pada Derby London musim ini juga mentereng. Mereka hanya menelan sekali kekalahan dalam enam laga yang mempertemuan sesama tim Ibu Kota Inggris di Liga Premier musim ini, yakni saat ditekuk Chelsea, Agustus silam.
Bomber Pierre-Emerick Aubameyang menjadi pemain Arsenal yang paling berbahaya pada Derby London. Pemain asal Gabon ini tak pernah absen mencetak gol dalam empat penampilan terbarunya pada Derby London di Liga Premier, dengan total mengemas enam gol dan dua assist. Tak sampai di situ, laga melawan West Ham juga bisa memberi kenangan manis bagi Manajer Arsenal, Unai Emery. Pelatih asal Spanyol itu meraih kemenangan perdana dalam kariernya di Liga Premier ketika Arsenal melumat West Ham 3-1, Agustus silam.
Arsenal perlahan-lahan mulai mengikis badai cedera pemain belakang. Bek Hector Bellerin, Kostantinos Mavropanos, Shkodran Mustafi, dan Nacho Monreal mulai kembali latihan secara penuh. Emery sendiri menegaskan timnya sulit mendatangkan pemain baru pada bursa transfer Januari ini, kecuali dengan status pinjaman.
”Saya sangat senang. Saya tahu tidak akan mudah bagi kami di bursa transfer kali ini dan jika kami bisa menemukan satu pemain yang bisa membantu kami, dia harus benar-benar kami butuhkan dan punya kualitas berbeda dengan pemain yang ada di skuat saat ini,” ungkap Emery, seperti dilansir theguardian.com. (JIBI)