TENIS DUNIA Tak Kuasa Menahan Cedera

MELBOURNE—Andy Murray tak kuasa menahan tangis dan air mata saat menjalani konferensi pers Australian Open 2019 di Melbourne, Jumat (11/1).

Chrisna Chanis Cara
redaksi@solopos.co.id

Bak petir di siang bolong, petenis asal Skotlandia itu mengumumkan bahwa Australian Open 2019 mungkin menjadi turnamen terakhirnya di dunia tenis profesional. Cedera pinggul kambuhan yang dialaminya sejak Juni 2017 membuat Murray memutuskan pensiun tahun ini.
Dilansir BBC, Jumat, Murray masih berharap bisa pensiun di grand slam Wimbledon, Juli mendatang. Namun waktu gantung raket sang petenis bisa lebih cepat, bahkan seusai turnamen di Melbourne jika kondisi pemain berusia 31 tahun itu tak kunjung membaik.
“Saya bisa bermain dengan segala keterbatasan. Namun dengan keterbatasan dan rasa sakit, itu sama sekali tak membuat saya menikmati bermain tenis,” ujar Murray sambil menyeka air matanya.
Murray mengaku sudah berjuang cukup lama untuk menyembuhkan cedera pinggulnya. Januari tahun lalu, peraih tiga gelar grand slam itu menjalani operasi dan bermain di 14 laga seusai comeback, Juni 2018. Namun perawatan tersebut belum membuat cedera Murray sembuh total.
Pada Juli 2018, dia harus absen dari Wimbledon setelah pinggul kanannya tak bisa diajak kompromi. “Wimbledon adalah tempat saya ingin berhenti [pensiun], tapi saya tidak yakin bisa melakukannya. Saya tidak yakin bisa bermain dengan rasa sakit untuk empat atau lima bulan lagi. Saya pikir Australian Open adalah turnamen terakhir,” tutur mantan petenis nomor satu dunia ini.
Murray jadi salah satu petenis yang dianggap mampu berada di level yang sama dengan Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic. Rivalitas Murray dengan Djokovic bahkan sempat dianggap bakal meneruskan perseteruan Nadal dan Federer yang berjalan hingga sekarang. Sayang rentetan cedera membuat petenis yang dianugerahi gelar bangsawan oleh kerajaan Inggris itu melorot peringkat hingga posisi ke-230.
“Dunia tenis akan kehilangan salah satu petarung hebat. Saya akan mengenang perasaan menyenangkan ketika kami bekerja sama dengan penuh kegembiraan,” ucap pelatih Murray, Ivan Lendl.
Mantan juara US Open, Andy Roddick, memuji Murray sebagai salah satu peracik strategi terbaik sepanjang sejarah tenis. “Jika itu benar-benar terjadi [pensiun], saya titip topiku untuknya. Dia seorang legenda. Respek untuknya, semoga dia mampu menyelesaikannya dengan kuat dan sehat,” cuit Roddick dalam akun Twitter-nya. (JIBI)