Tupai tiga warna juga dijual Polisi Tangkap Penjual Cenderawasih dan Merak

BANTUL—Polres Bantul menangkap penjual satwa langka saat sedang bertransaksi dengan calon pembeli di jalan Parangtritis, Sewon, Bantul, DIY, pada Kamis (9/1) sekitar pukul 14.00 WIB. Pelaku berinisial S, 56, berasal dari Jepara.

Rahmat Jiwandono
redaksi@koransolo.co

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah satwa dilindungi, di antaranya empat ekor burung Cenderawasih, empat ekor burung Mambruk, satu ekor burung Merak, dua ekor anak burung Kasuari, dua ekor kanguru tanah dan enam ekor tupai tiga warna. Berdasarkan pengakuan tersangka ia menjual Burung Cendrawasih seharga Rp35 juta. Dia menjual satwa-satwa itu lewat media sosial.
Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Rudy Prabowo mengatakan pelaku dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) UU RI Nomor 5 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. “Ancaman hukumannya penjara maksimal lima tahun dan denda Rp100 juta,” kata Rudy kepada wartawan, Jumat (11/1).
Polisi masih mendalami dari mana ia memperoleh satwa dilindungi. Menurut pengakuan tersangka ia membeli dari seseorang di kapal. “Kami masih mendalami, apakah kapal tersebut berasal dari luar pulau atau dari mana” imbuh Rudy.
Petugas Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, Wajudi, menyatakan beberapa satwa langka tersebut dilindungi karena jumlahnya terbatas dan terancam punah. Menurutnya pengambilan satwa dari alam liar merupakan bentuk pelanggaran hukum. “Si pelaku mendapat satwa langka ini untuk diperjualbelikan, jelas melanggar hukum,” ujar Wajudi.
Setelah disita, satwa-satwa itu selanjutnya akan dikirim ke Lembaga Konservasi (LK). Satwa-satwa tersebut akan dikonservasi di Kebun Binatang Gembira Loka Jogja “Sesuai SOP [standard operational procedure], setibanya di kebun binatang, akan dilakukan pengecekan kesehatan sebelum nantinya akan dilepasliarkan ke habitat aslinya,” ucap dia. (JIBI)