Tetap Bugar saat Musim Hujan

Sebagian wilayah Indonesia akan memasuki puncak musim penghujan mulai 2019. Dengan kondisi tersebut masyarakat perlu mempersiapkan kondisi tubuh agar tetap fit saat beraktivitas seperti hari-hari biasa.
Sejak September 2018 musim hujan sudah mulai terjadi di pelbagai wilayah Indonesia. Dari kawasan tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat di antaranya akan mengalami intensitas hujan dengan debit air lebih tinggi dibandingkan dengan biasanya.
Menghadapi potensi cuaca buruk, masyarakat juga perlu menjaga kebugaran tubuh agar tetap prima. Beberapa langkah dan upaya rutin menjaga tubuh dapat menghindarkan diri dari ancaman penyakit musiman saat musim penghujan.
Ahli Gizi Tan Shot Yen mengatakan bahwa sejatinya musim apapun yang sedang terjadi, upaya preventif dan promotif tetap harus dilakukan. Dia menyayangkan kebiasaan masyarakat yang cenderung lebih peduli pada tubuh ketika masalah mulai tiba.
Selama musim hujan, matahari merupakan salah satu unsur penting untuk tubuh sehingga jika Anda memiliki waktu senggang, berjemur diri sesaat cukup baik untuk memperoleh vitamin D3. Vitamin tersebut diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh atau mendongkrak imunitas tubuh.
“Konsumsilah makanan yang dibutuhkan tubuh. Konsep pola makan sehat seimbang paling bisa diandalkan. Isilah setengah piring makanan dengan sayur dan buah dan setengahnya lagi baru dengan lauk dan makanan pokok,” katanya, baru-baru ini.
Menurutnya, sayur juga akan memiliki lebih banyak manfaat jika dikonsumsi dalam bentuk lalapan. Pasalnya, dalam kondisi tersebut, antioksidan sayur masih prima dan tidak tergerus akibat dipanaskan.
Selain itu, beberapa lauk yang dapat dinikmati saat cuaca dingin juga bisa menjadi alternatif penghangat tubuh seperti soto dan sup.
Di sisi lain, papar perempuan yang akrab disapa Dokter Tan itu, selama musim hujan seluruh penyakit infeksi yang disebabkan oleh nyamuk akan merebak. Biasanya nyamuk akan bertelur pada air tenang. Alhasil, jika tidak ditangani, maka kasus malaria dan demam berdarah akan meningkat.
“Kerja ekstra lebih rajin menguras dan membuat saluran air bebas genangan sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Ketahanan Tubuh
Saat hujan, seluruh rentang usia memiliki potensi terjangkit penyakit. Bayi dan anak banyak terserang penyakit karena daya tahan tubuh yang tidak memadai. Faktor lainnya adalah kebersihan, tidak divaksinasi dan asupan gizi yang tidak maksimal.
Sementara itu, usia dewasa, daya tahan tubuhnya juga tidak baik akibat didera penyakit metabolik yang telah ada sebelumnya seperti diabetes, hipertensi yang juga mempengaruhi ketahanannya menghadapi penyakit infeksi.
Adapun, bagi masyarakat yang mengalami gangguan reumatik juga kerap kali kambuh karena efek dingin yang ditimbulkan di saat musim hujan.
Sementara itu, bagi mereka yang aktif merokok akan cenderung terdorong untuk merokok lebih banyak. Selain masalah polusi asap, terdapat 1.001 jenis racun yang ada serta memperburuk saluran nafas hingga mengganggu kesehatan.
“Selama musim hujan, orang cenderung banyak ngemil, makan dan malas bergerak. Justru metabolisme tubuh diperta­hankan dengan baik dan berenergi hingga mengha­silkan panas tubuh melalui olahraga yang diperta­hankan secara rutin,” tuturnya. (JIBI/Bisnis Indonesia/Rayful Mudassir)