TEROR PEMBAKARAN KENDARAAN BERMOTOR Sepeda Motor di Garasi Pun Disasar

SEMARANG—Teror pembakaran kendaraan bermotor terus berlangsung. Kasus terbaru, dua sepeda motor milik Sutrisno, 71, warga Jl. Margosari, Ngaliyan, Kota Semarang, yang terparkir di dalam rumah dibakar orang tak dikenal, Minggu (3/2) dini hari.

Imam Yuda Saputra
redaksi@koransolo.co

Peristiwa ini terjadi empat hari beruntun. Salah seorang saksi, Zaenal Abidin, 25, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Penjual makanan tersebut melihat api membara di rumah Sutrisno saat dirinya hendak pulang seusai berjualan. ”Api sudah membesar, saya berteriak ke pemilik rumah,” katanya, seperti dikutip dari Antara. Untungnya, api tidak sampai menjalar ke bagian lain rumah. Sesaat sebelum kejadian, saksi sempat melihat dua pria mencurigakan berboncengan sepeda motor.
Sebelum ini, teror serupa menimpa Maura Apriani, warga Jalan Ciliwung, Semarang Timur, Kota Semarang, Kamis (31/1). Mobil Daihatsu Ayla miliknya dibakar orang tak dikenal. Sehari setelahnya, giliran mobil Dodi Handono, 71, warga Jalan Genuk Karanglo, Kota Semarang, yang jadi sasaran. Mobil yang terparkir di rumah itu dibakar. Hari berikutnya, tiga motor dibakar di teras rumah Diyono, 60, di Jl. Menoreh Timur II, Sampangan, Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang, Sabtu (2/2) dini hari.
Ketiga motor itu yakni Honda Vario, Honda Supra X 125, dan Honda Beat.
Tetangga Diyono, Agus, sempat mendengar suara sepeda motor berhenti di depan rumah korban seusai salat Subuh. ”Ada motor berhenti, tiba-tiba ada cahaya terang. Saya kira penghuni indekos yang berhenti. Setelah saya keluar, ternyata api sudah membesar. Pemilik rumah saat itu juga langsung keluar rumah,” ujar Agus kepada wartawan di lokasi kejadian.
Kasus teror pembakaran kendaraan di Semarang dan sekitarnya ini ditangani Polda Jateng. Kasubdit Jatanras Polda Jateng, AKBP Yulian Perdana, telah memerintahkan anggotanya melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa para saksi. Hingga saat sudah ada sekitar 15 kejadian pembakaran kendaraan, baik motor maupun mobil, di Kota Semarang. Dari 15 kejadian itu, sekitar 16 mobil dan motor dibakar pelaku.
Modus pelaku yang hingga kini belum diketahui ciri-cirinya adalah beraksi saat dini hari atau ketika sepi. Pelaku membakar dengan cara melempar botol atau kain yang sudah dibasahi cairan yang mudah terbakar ke kendaraan warga, baik yang diparkir di pinggir jalan maupun di garasi rumah. Terpisah, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meminta warganya untuk tidak takut menghadapi teror tersebut. Ia juga meminta polisi segera mengungkap dan menangkap pelaku terror. (Semarangpos.com/JIBI)