Baterai Kering Traffic Light Jadi Sasaran Maling

KULONPROGO—Dua unit baterai kering yang terpasang di alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di pertigaan Dusun Derwolo, Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulonprogo hilang. Polisi menduga baterai itu lenyap digasak pencuri.
Kasat Reskrim Polres Kulonprogo, AKP Ngadi, mengungkapkan hilangnya baterai itu diketahui pada Senin (4/1) pagi saat petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo mendapat laporan masyarakat terkait matinya traffic light (APILL) di pertigaan Dusun Drewolo.
Saat diperiksa, kotak penyimpanan baterai di dasar tiang rambu lampu lalu lintas itu terbuka dan gemboknya telah rusak. Kerugian materi akibat hilangnya bateri ini mencapai Rp6 juta.
Dishub kemudian melaporkan hal itu ke Polres Kulonprogo. Hingga saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. ”Kami langsung melakukan olah TKP [tempat kejadian perkara] dan masih mencari siapa yang mencuri itu,” kata Ngadi, Selasa (5/2).
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kulonprogo, Hera Suwanto, mengatakan kasus pencurian ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya baterai kering di traffic light simpang empat Pengasih, Kecamatan Pengasih dan simpang empat Tambak, Kecamatan Wates, juga digasak maling.
”Total berarti sudah ada tiga kasus dalam kurun waktu dua bulan belakangan ini, modusnya sama, dengan menggergaji gembok, mungkin pelakunya juga sama,” bebernya.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Dishub mengintensifkan pengawasan traffic light. Selain itu, mereka juga mengusulkan pemasangan kamera CCTV di traffic light.
”Untuk  kamera CCTV, kami coba komunikasikan ke dinas karena pemasangannya pasti butuh anggaran yang besar. Kamera CCTV penting karena ini kan tidak hanya untuk memantau arus lalu lintas tapi juga sekaligus mengetahui jika terjadi pencurian. Pelakunya bisa segera diketahui,” ujarnya. (Jalu Rahman Dewantara/JIBI)