Asita Jogja Ingin Bagasi Berbayar Dicabut

JOGJA—Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berharap kebijakan bagasi berbayar yang dilakukan maskapai penerbangan Lion Air Group dicabut.
Ketua Asita DIY, Udhi Sudiyanto, bersyukur ada maskapai yang memilih menunda penerapan bagasi berbayar yakni Citilink Indonesia. Hal itu memberi sedikit kelegaan bagi pelaku bisnis wisata. ”Sebenarnya yang kami inginkan adalah pencabutan bagasi berbayar karena dampaknya terhadap pariwisata dan UMKM [usaha mikro, kecil, menengah], saya pikir akan cukup signfikan. Juga terhadap jasa pengiriman barang bila kenaikan tiket pesawat tetap diberlakukan,” ujar dia, Rabu (6/2).
Udhi mengatakan bagasi berbayar ditambah mahalnya tiket pesawat membuat masyarakat yang akan bepergian berpikir ulang. Hal itu karena mereka harus membayar bagasi sehingga akan memengaruhi lama tinggal di DIY.
”Dan tentunya mereka akan sedikit atau tidak mau belanja karena mereka berpikir akan ada pengeluaran untuk bagasi,” papar dia.
Udhi meminta pemerintah benar-benar memerhatikan persoalan ini. Pemerintah diharapkan tidak serta merta mengiyakan apa yang sedang terjadi. ”Turun tangan. Ajak mereka berdiskui agar semua sesuai harapan,” jelas dia.
Mahalnya tiket pesawat tak hanya berdampak pada dunia wisata. Tiket pesawat juga menjadi penyebab utama inflasi Jogja untuk Januari 2019. Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat inflasi Jogja pada 2019 sebesar 0,42%.
Andil terbesar yang mendorong inflasi bulan lalu adalah komoditas angkutan udara yang mengalami kenaikan sebesar 8,37%. Andil angkutan udara terhadap inflasi sebesar 0,13%. Kepala BPS DIY, Johanes De Britto Priyono, pernah mengatakan transportasi memiliki andil terhadap inflasi Januari karena kenaikan tiket pesawat udara. (Kusnul Isti Qomah/Harian Jogja)