Gito Gati Ditutup, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

JOGJA—Ruas jalan Gito Gati atau yang lebih dikenal Jalan Wonorejo-Denggung mulai ditutup pada Rabu (6/2) guna pekerjaan pembangunan peningkatan kapasitas jembatan. Untuk itu, Dinas Perhubungan (Dishub) DIY sudah mempersiapkan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan.
Kepala Seksi Managemen Lalu Lintas Dishub DIY, Bagas Seno Aji, mengatakan jajarannya telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pengaturan siklus simpang, baik itu Simpang Denggung, Simpang Beran, dan Simpang Kamdanen untuk dilakukan perubahan fase.
”Untuk Simpang Denggung yang semula ada empat fase, kami ubah menjadi tiga fase, kaki timur dan kaki barat kami jadikan satu. Otomatis dengan adanya penutupan jalan ini tidak ada kendaraan dari kaki timur atau menuju kaki timur,” kata dia pada Rabu (6/2).
Untuk Simpang Empat Kamdanen, Bagas juga mengatakan akan diubah dari fase empat menjadi fase tiga. ”Fase dari kaki timur dan kaki barat kami jadikan satu,” beber dia
Sedangkan untuk Simpang Beran, Bagas menyebut tidak dilakukan perubahan fase, tapi dilakukan penambahan untuk siklus waktu hijau dari 10 detik menjadi 25 detik dengan tujuan arus lalu lintas dari timur, bisa habis menuju ke barat.
”Terkait rambu lalu lintas, jika dirasa masih kurang akan kami tambah. Semakin banyak rambu, masyarakat akan semakin banyak informasi sehingga pengalihan arus akan lancar,” ucap dia.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY, Bambang Sugaib, mengatakan penutupan telah dimulai.
”Penutupan dilakukan mulai hari ini sampai berakhirnya pembangunan jembatan. Untuk Jembatan Gondanglegi dan Jembatan Tambakrejo sampai akhir Mei 2019, sedangkan untuk Jembatan Tlacap dan Jembatan Denggung sampai akhir Juli 2019,” katanya ketika ditemui di sela-sela kegiatan penutupan Jl. Gito-gati.
”Kami berharap pada saat penutupan ini, pelaksanaan pekerjaan empat jembatan dapat berjalan dengan baik dan lancar serta bisa selesai tepat waktu. Jangan sampai mundurlah,” imbuhnya.
Bambang menjelaskan untuk jembatan di Tambakrejo dan Gondanglegi, akan disediakan jembatan darurat. ”Sekarang sedang proses pembangunan jembatan darurat. Bisa dimanfaatkan untuk kendaraan roda empat dimensi kecil atau ringan,” ujarnya.
Sedangkan, untuk Jembatan Denggung atau Tlacap, Bambang mengatakan karena kondisi medan lingkungan cukup curam di kiri-kanan dan lahan sempit, yang dapat dilakukan hanya pembangunan jembatan darurat diperuntukkan maksimum untuk sepeda motor, sepeda, dan pejalan kaki. ”Paling tidak kedua wilayah dapat berinteraksi,” ucapnya. (JIBI/Harian Jogja/Yogi Anugrah)