Amien Rais Dampingi Slamet Maarif

KURNIAWAN

SOLO—Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif, Kamis (7/2), memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polresta Solo terkait dugaan pelanggaran kampanye saat kegiatan Tablig Akbar 212 di Bundaran Gladak Solo.
Slamet didampingi beberapa orang termasuk Ketua Penasihat PA 212 yang juga mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Amien Rais. Amien diminta datang ke Solo untuk memberikan dukungan moral kepada Slamet. Dia berharap penyidik Satreskrim Polresta Solo agar memegang teguh prinsip iklas, profesional, dan terpercaya (IPT) selama memeriksa Slamet dan beberapa saksi lainnya dalam kasus tersebut.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 4
“Saya titip kepada Pak Catur [penyidik Satreskrim Polresta Solo] pegang teguh prinsip IPT, iklas, profesional, terpercaya,” ujar dia.
Amien juga mempertanyakan sikap Presiden Jokowi terkait hal ini. “Cuma, saya ingatkan Pak Jokowi, Anda ini bagaimana sih maunya? Ya, tulis itu,” pesan dia.
Slamet didampingi pengacara langsung menjalani pemeriksaan hingga pukul 16.30 WIB. Sementara di depan Mapolresta Solo digelar aksi demonstrasi oleh massa pendukung Slamet.
Selama masa pemeriksaan itu Slamet hanya sekali izin meng­hentikan sementara penyidikan untuk menjalankan Salat Zuhur yang dijamak dengan Salat Asar. Pukul 12.39 WIB Slamet kembali menjalani pemeriksaan hingga pukul 16.30 WIB.
Saat diwawancara wartawan seusai pemeriksaan Slamet mengaku mendapat 57 pertanyaan dari penyidik. Pertanyaan seputar organisasi PA 212 dan isi ceramah yang disampaikan Slamet saat kegiatan Tablig Akbar 212 di Gladak.
“Ada 57 pertanyaan dari penyidik, saya jawab satu per satu. Saya hadir sebagai Ketua PA 212 dan atas nama mubalig atau ulama yang diundang. Saya sampaikan juga tentang isi dari beberapa tausiah atau ceramah saya,” ujar dia.
Slamet menyatakan dirinya tak berkampanye lantaran tak menyampaikan visi misi atau program pasangan calon capres cawapres mana pun. “Kalau dikaitkan UU Pemilu tentang pengertian kampanye, saya tak kampanye,” kata dia.
Slamet menjelaskan saat pemeriksaan penyidik memutar rekaman video saat dia berceramah di depan massa. Penyidik menanyakan maksud dari beberapa kalimat yang disampaikan Slamet. Tapi menurut Slamet pernyataannya jelas.
“Kalimat saya tidak beda jauh dari apa yang saya sampaikan. Kalimat itu bisa dicerna bisa dipahami siapa pun. Tidak menyebutkan nama paslon mana pun,” imbuh dia.
Slamet sempat menyampaikan beberapa kasus serupa ke penyidik. Salah satunya dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal paslon Jokowi-Ma’ruf Amin yang dihentikan lantaran belum ada jadwal resmi kampanye. “PSI juga di SP3 kan karena belum ada jadwal waktu tempat baku dari KPU,” urai dia.
Profesional
Sementara, Kapolresta Solo, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, meminta semua pihak tidak coba-coba mengintervensi penyelidikan kasus dugaan pelanggaran kampanye saat Tablig Akbar 212 di Bundaran Gladak, Solo, Minggu (13/1) lalu. Menurut dia, polisi bersikap profesional, transparan, dan akuntabel dalam menangani kasus itu.
“Hasil pemeriksaan pihak-pihak terkait pada akhirnya nanti disimpulkan penyidik. Biarkan penyidik bekerja dengan tenang. Jangan intervensi penyidik. Kami akan bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Kapolresta saat diwawancara wartawan menjelang berakhirnya pemeriksaan Slamet Maarif, Kamis.
Kapolresta menjelaskan penyelidikan kasus dugaan pelanggaran kampanye oleh Slamet Maarif merupakan hasil kerja bersama Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang terdiri atas Polresta Solo, Kejari, dan Bawaslu Solo. Sejauh ini sudah ada beberapa saksi yang diperiksa polisi sejak pelimpahan penanganan dari Bawaslu Solo ke Satreskrim Polresta Solo pada Jumat (1/2) lalu. Polisi punya waktu 14 hari sejak pelimpahan itu untuk menyimpulkan hasil penyelidikan. “Kami proses sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. Kami profesional dan transparan,” sambung dia.
Senada disampaikan Wakapolresta Solo, AKBP Andy Rifai saat diwawancara wartawan. Menurut dia, penyidik Polresta tidak hanya memeriksa Slamet Maarif. Ada beberapa saksi yang sudah dan akan diperiksa, di antaranya panitia penyelenggara Tablig Akbar 212, saksi yang melihat ceramah Slamet, pelapor, dan Bawaslu.
“Sudah ada konstruksinya. Penyidik akan melihat dari pasal-pasal yang dipersangkakan. Nanti tergantung penyidik apakah dibutuhkan saksi lain termasuk saksi ahli bahasa, pidana, perundang-undangan, dan saksi ahli agama,” terang dia.
Sedangkan Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Fadli, mengatakan polisi akan menggelar perkara kasus tersebut pada Jumat (8/2) malam. “Saat ini masih tahap pemeriksaan. Kami perlu gelar perkara ya nanti tunggu hasil gelar. Kami profesional dan tidak main-main dalam menangani kasus ini. Masih ada beberapa saksi yang akan kami periksa dalam kasus ini,” ujar dia. (JIBI)