DEBAT CAPRES KPU Tambah Jumlah Kursi

JAKARTA—KPU akan menambah jumlah kursi untuk tamu undangan dalam debat capres kedua. Diperkirakan ada 100 kursi tambahan. ”Kemungkinan tambahan 100 [kursi], total kursinya bertambah 100 [buah],” ujar Ketua KPU Arief Budiman di Hotel Sultan, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (7/2).
Arief mengatakan dengan penambahan jumlah kursi, masing-masing paslon akan mendapat tambahan undangan. Namun belum ditentukan jumlah tambahan untuk masing-masing paslon.
”Masing-masing paslon juga akan dapat tambahan undangan. Bukan masing-masing seratus ya, total kursinya bertambah 100. Nanti kami akan distribusikan bagaimana akan kami atur tapi maksimal 100 untuk semua tambahan,” kata Arief.
Arief mengatakan penambahan ini dikarenakan kapasitas ruangan bertambah. Selain itu, bisa bertambahnya kursi undangan karena adanya tata letak panggung debat capres yang berbeda dari debat perdana.
”Ini kan ada kapasitas ruangan lebih besar, kalau di Hotel Bidakara kapasitasnya 500, di Hotel Sultan kapasitasnya 600 kemudian melihat layout ruangan macam-macam itu mengelompokkannya,” kata Arief.
Sementara terkait geladi bersih, Arief Budiman mengatakan geladi bersih debat capres akan diselenggarakan pada Sabtu (16/2) di Hotel Sultan, Jakarta. Acara debat diagendakan selang sehari setelahnya.
Pada debat kedua pilpres ini, Arief menjelaskan, ada beberapa perbedaan mendetail dari debat sebelumnya. Salah satunya terkait undangan yang akan dibuat KPU. Perubahan ini merupakan tindakan evaluasi KPU lantaran berkaca dari perhelatan debat pertama karena terdapat kesalahan jalur masuk penonton.
”Identifikasi mulai dari identitas undangan. Sekarang kami tuliskan paslon nomor 02, paslon nomor 01, undangan KPU. Kalau kemarin kan ada saja yang undangan KPU tapi duduknya di tempat duduk pendukung. Yang undangannya masuk lewat pendukung, tapi duduknya di undangan KPU,” ujar Arief seperti ditulis liputan6.com, Kamis.
Sementara itu, Arief menilai debat kedua akan lebih terasa suasana perdebatannya lantaran tidak mengatur patokan waktu. Para paslon dibebaskan untuk menyerukan pendapat mereka tanpa takut habis waktu.
”Debat kedua ini jauh lebih berdebat nanti karena ada debat yang kita tidak atur detail durasinya. Kami bebaskan saja, silakan tidak kami atur,” beber Arief.
Tak hanya itu, Arief juga mengatakan PLN telah menjamin pasokan listrik selama debat berlangsung. ”PLN juga menjamin andaikan ada listrik yang mati tak akan mengganggu, karena ada dua perangkat yang disiapkan satu uninterruptible power supply [UPS], jadi itu tak akan berhenti sedetik pun,” ujar Arief.
Debat capres kedua ini akan berlangsung 17 Februari 2019, di The Sultan Hotel. Debat mengusung tema energi, lingkungan hidup, infrastruktur, pangan, dan sumber daya alam. KPU juga sudah menetapkan Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki sebagai moderator debat serta delapan panelis. (JIBI/Detik)