Lakukan Skimming, 5 Warga Bulgaria Dicokok

DENPASAR—Lima warga Bulgaria ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali karena melakukan pembobolan uang dengan mencuri data nasabah bank menggunakan skimmer dan router. Aksi ini biasa disebut skimming.
Kelima tersangka yang ditangkap adalah Andrey Iliev Peychev, Ivaylo Filivo Trifonnov, George Jordanov Jordanov, Todor Krasimirov Dobrev, dan Varadin Nikolaev Popov.
”Lima tersangka ini merupakan jaringan kasus pencurian data nasabah yang rata-rata korbannya warga asing. Jadi mereka mencuri data nasabah wisatawan mancanegara yang berlibur di Pulau Bali,” kata Direktur Reskrimum Polda Bali, Kombes Pol Andi Fairan, di Mapolda Bali, Kamis (7/2).
Penangkapan tersangka ini berdasarkan informasi dari salah satu bank di Bali yang menemukan adanya kegiatan transaksi penarikan uang yang tidak wajar di Kawasan Pecatu, Nusa Dua. Petugas juga mendapat laporan dari pegawai toko di kawasan Pantai Padang-Padang Pecatu yang pernah melihat tersangka turun dari mobil dengan gelagat mencurigakan saat masuk ATM.
Berbekal informasi itu dan rekaman kamera CCTV di ATM itu, Tim Resmob Kriminal Umum Polda Bali melakukan penyelidikan dan membuntuti kelima tersangka selama lima hari.
”Dari lima orang tersangka yang kami tangkap, ada seorang teman tersangka berinisial Mr. X yang melarikan diri saat ditangkap petugas. Para tersangka ini sempat melawan petugas dan hampir melukai anggota saat ditangkap,” ujarnya.
Dari tangan kelimanya, polisi menyita barang bukti berupa 227 kartu ATM palsu, uang tunai Rp788 juta, routers, dua unit mobil untuk melakukan aksi pencurian data nasabah, tiga laptop dan empat telepon genggam dan beberapa unit alat skimer.
Modus yang digunakan para ter­sangka ini dengan cara memasang alat skimmer yang telah terpasang kamera tersembunyi yang terhubung dengan router dan modem maupun card reader yang selanjutnya dapat merekam data nasabah yang sudah tercatat nomor PIN-nya. (Antara)