lokananta diusulkan jadi museum musik Slank Rekaman Album ke-23 di Studio Lokananta

SOLO—Grup band legendaris Slank memilih Studio Lokananta Solo untuk merekam album ke-23. Rekaman selama lima hari itu berlangsung sejak pekan lalu hingga Rabu (6/2). Setelah rekaman rampung, personel Slank, yakni Bimbim (drum), Kaka (vokal), Ridho (gitar), dan Ivanka (bas) mengunjungi Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo di Balai Kota, Kamis (7/2) siang. Abdee berhalangan hadir lantaran masih dalam masa pengobatan.
Ditemui wartawan seusai kunjungan, Bimbim mengaku sudah berada di Kota Bengawan selama sepekan.
“Kenapa pilih Lokananta? Karena Lokananta bersejarah. Standar studionya internasional. Ruangannya walaupun old school tapi masih mumpuni. Kami juga punya ide banyak yang ingin kami wujudkan untuk Lokananta,” kata dia.
Bimbim menyebut persiapan rekaman dilakukan sejak Januari lalu. Nantinya, di album terbaru band yang dibentuk pada 26 Desember 1983 itu ada 10 lagu. Kesepuluh lagu itu direkam sangat cepat, tercepat dalam sejarah Slank. Temanya masih berkutat soal ketuhanan, sama seperti album sebelumnya.
“Tema soal Tuhan tapi ala Slank. Tajuk albumnya masih kami rahasiakan. Rencana rilis tahun ini, entah di mana. Kalau di Studio Lokananta lagi, ya boleh juga. Video klipnya belum kami siapkan. Tapi, proses rekaman itu kami abadikan. Siapa tahu bisa menjadi materi video klip,” ujar dia.
Vokalis Slank, Kaka, mengaku sudah menyampaikan banyak hal terkait Studio Lokananta kepada pengelola. Termasuk memanfaatkan studio tersebut sebagai museum musik dan mencetak album vinil.
“Memang Slank bukan yang kali pertama rekaman di sana, tapi yang paling penting adalah impact-nya. Bagaimana setelah Slank rekaman di sana? Harus ada pemanfaatannya,” sebut Kaka sambil membocorkan waktu perilisan, yakni seusai Pemilu 2019. (Mariyana Ricky P.D.)