Menamakan Diri Gangster 69, Sekelompok Remaja Teror Warga

SEMARANG—Belum selesai dengan kasus pembakaran kendaraan bermotor yang terjadi belakangan ini, warga Kota Semarang kembali dibuat resah dengan aksi sekelompok remaja yang menamakan diri Gangster 69.
Kelompok remaja dengan rentang usia 16-20 tahun ini melakukan pengeroyokan terhadap warga. Kini, kasus tersebut tengah ditangani Polsek Tembalang, Kota Semarang.
Kapolsek Tembalang, Kompol Budi Rahmadi, mengatakan polisi berhasil menangkap belasan anggota geng tersebut di lokasi dan waktu yang berbeda. ”Ada laporan dari masyarakat yang resah atas keberadaan kelompok remaja ini,” katanya kepada wartawan di Semarang, Kamis (7/2).
Menurut dia, kelompok ini menyerang warga yang ditemui di jalan. Setidaknya ada tiga kejadian pengeroyokan yang dilakukan kelompok ini di tiga lokasi menurut laporan warga.
Budi menjelaskan Gangster 69 yang terbentuk sejak sebulan terakhir berkomunikasi dengan anggotanya melalui media sosial. Ia menyebut kelompok ini tidak memiliki pemimpin maupun markas untuk berkumpul.
”Mereka ini sekelompok remaja yang sedang mencari jati diri. Mereka ingin kelompoknya diakui oleh kelompok lain,” katanya.
Aksi terbaru kelompok ini terjadi pada Sabtu (2/2) yang menyebabkan sejumlah korban luka. Bersama dengan para remaja tersebut, polisi menyita sejumlah senjata tajam untuk menakut-nakuti dan menganiaya korbannya. Terdapat tujuh tersangka yang diproses hukum dengan dakwaan melakukan penganiayaan. Sisanya akan dikembalikan kepada orang tuanya untuk dibina.
”Hingga saat ini, masih dijerat atas tindak pidana penganiayaan, tidak sampai ke tindak pidana lainnya,” katanya. (Antara/JIBI)