Parkir Sembarangan, Mobil Digembok dan Sepeda Motor Digembosi

MADIUN—Petugas Dinas Perhubungan Kota Madiun menggembok sejumlah mobil yang parkir di sembarang tempat. Selain mobil, puluhan sepeda motor juga digembosi karena parkir di lokasi yang dilarang.
Petugas mulai melakukan penindakan terhadap pelanggar aturan parkir ini setelah Peraturan Daerah Kota Madiun Nomor 37 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ini mulai diberlakukan pada 1 Februari 2019. Perda ini mengatur terkait sanksi yang akan diberikan kepada pengendara yang seenaknya parkir di tempat-tempat umum.
Kepala Dishub Kota Madiun, Ansar Rasidi, mengatakan pihaknya akan rutin melakukan penertiban kendaraan bermotor yang parkir sembarangan. Sanksi yang akan diberikan yaitu berupa penggembokan ban kendaraan roda empat dan penggembosan ban kendaraan roda dua.
Dia menuturkan penggembokan dilakukan untuk mobil yang parkir di sembarang tempat. Sedangkan untuk sepeda motor yang parkir di trotoar atau di tempat yang dilarang akan digembosi.
”Untuk hari ini [kemarin] penertiban dilakukan di Jl. Jawa, Jl. Pahlawan, Jl. HOS Cokroaminoto, dan Jl. Agus Salim,” kata dia seusai melakukan penertiban, Kamis (7/2).
Ansar menuturkan untuk mobil yang kena sanksi penggembokan harus membayar denda senilai Rp100.000. Setelah denda dibayar, gembok ban tersebut bisa dilepaskan. Sedangkan untuk sepeda motor hanya digembosi.
”Kalau sepeda motor memang hanya digembosi. Kalau mobil digembok tidak digembosi. Jadi setelah pemilik mobil membayar denda, gembok dilepas,” ujar dia.
Menurutnya, berbagai sanksi tersebut disiapkan bertujuan supaya masyarakat bisa tertib. Selain itu juga untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kendaraan yang diparkir sembarangan. (Abdul Jalil/Madiunpos.com)