SEPAK TERJANG KPK MEMBERANTAS KORUPSI Tiga Tahun, 70 Anggota DPR Ditangkap

JAKARTA—Sepak terjang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas rasuah patut diacungi jempol. Sejak 2017, lembaga yang dibentuk pada 2002 ini, sudah menangkap 70 anggota DPR.

redaksi@koransolo.co

Anggota DPR terbaru yang dijadikan tersangka oleh KPK adalah Sukiman. Politikus PAN ini ditangkap karena diduga menerima duit Rp2,65 miliar dan USD 22.000 agar memuluskan pengurusan dana perimbangan pada APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Papua Barat.
Sebelum Sukiman, terakhir KPK menetapkan Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan, sebagai tersangka pada Oktober tahun lalu. Jumlah 70 anggota DPR itu hanya yang berkantor di Senayan, belum termasuk wakil rakyat di tingkat daerah yang dijerat KPK. Sebab, bila ditambah anggota DPRD, angka itu bisa lebih banyak.
Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, mengatakan pelaksana tugas dan pejabat Kepala Dinas PU Kabupaten Pegaf, Natan Pasomba, diduga memberi uang Rp4,41 miliar, yang terdiri aas uang tunai sejumlah Rp3,96 miliar dan USD 33.500 kepada Sukiman. Jumlah ini, menurut KPK, merupakan commitment fee sebesar 9% dari dana perimbangan yang dialokasikan untuk Pegunungan Arfak.
”Dari sejumlah uang tersebut, SKM [Sukiman] diduga menerima sejumlah Rp2,65 miliar dan USD 22.000,” ujar Saut dalam jumpa pers di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (7/2).
Pengembangan Kasus
Menurut KPK, Sukiman diduga menerima suap antara Juli 2017 dan April 2018. Penerimaan uang suap dilakukan dengan beberapa pihak sebagai perantara.
Menurut Saut, Pemkab Pegunungan Arfak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mengajukan DAK pada APBN-P 2017 dan APBN 2018 ke Kementerian Keuangan. Pada proses pengajuan, Natan Pasomba bersama rekanan pengusaha bertemu dengan pegawai Kemenkeu untuk meminta bantuan. ”Pihak pegawai Kemenkeu kemudian meminta bantuan kepada SKM, anggota DPR,” ujar Saut
Natan Pasomba diduga memberi uang dengan tujuan mendapatkan alokasi dana perimbangan untuk Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.
Perkara ini merupakan pengembangan yang dilakukan KPK terhadap perkara sebelumnya melalui operasi tangkap tangan (OTT). Dalam perkara sebelumnya itu, KPK menjerat Amin Santono, Eka Kamaluddin, Yaya Purnomo, dan Ahmad Ghiast.
Dari 70 anggota DPR ditangkap KPK, beberapa di antaranya cukup populer. Antara lain Nazarudin (Partai Demokrat), Luthfi Hasan Ishaq (PKS), Annas Urbaningrum (Partai Demokrat), Patrice Rio Capella (Partai Nasdem), Setya Novanto (Partai Golkar), dan Angelina Patricia Pingkan Sondakh (Partai Demokrat). (Detik/JIBI)