vonis wakil ketua dprd sleman Bawaslu Tak Ajukan Banding

SLEMAN—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman akhirnya tidak mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Sleman terhadap Ngadiyono. Wakil Ketua DPRD Sleman itu dijatuhi hukuman dua bulan penjara dengan masa percobaan empat bulan dan denda sebesar Rp 7,5 juta atas kasus penggunaan mobil dinas untuk kampanye.
”Setelah putusan pada Senin [4/2], kami diberi waktu tiga hari untuk memutuskan apakah menerima putusan atau banding. Pada Rabu [6/2], kami sudah menggelar rapat bersama Sentra Gakkumdu, dan memutuskan tidak mengajukan banding,” kata Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Sleman, Ibnu Darpito, Kamis (7/2).
Pertimbangan Bawaslu tak mengajukan banding adalah putusan hakim tak beda jauh dengan tuntutan yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU).
Seperti diketahui, majelis hakim PN Sleman memvonis bersalah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul Ngadiyono karena menggunakan kendaraan dinas dalam kunjungan calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto ke Hotel Prima SR, Sleman, pada Rabu (28/11/2018).
Saat sidang, JPU menuntut terdakwa dengan hukuman 3 bulan penjara dan denda Rp 10 juta. Penasihat hukum Ngadiyono, Asman Semendawai, telah lebih dulu memastikan kliennya menerima putusan itu dan tidak akan mengajukan banding. (Yogi Anugrah/JIBI)