Boyolali Punya Lapangan Standar FIFA

BOYOLALI—Boyolali kini memiliki lapangan sepak bola dengan rumput berstandar FIFA, Lestarindo Soccerfield. Lapangan itu bukan milik Pemerintah Kabupaten Boyolali.

Lapangan dibangun oleh PT Harapan Jaya Lestarindo, perusahaan milik orang asli Boyolali, yang memiliki spesialisasi penanaman dan perawatan rumput lapangan sepak bola, landscape, atau taman.
Lokasinya terletak di sisi jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB), tepatnya di Surowedanan, Kecamatan Boyolali Kota, atau bersebelahan dengan Kantor Balai Taman Nasional (BTNG) Merbabu. Dilihat dari penampilannya, lapangan ini cukup cantik. Rumput hijau terhampar pada lahan datar yang mengalasinya. Tidak hanya penampilannya luarnya yang cantik, jerohan lahan ini disusun atas lapisan khusus sesuai stadar FIFA, yakni tanah, geoteksti, split 2/3 setebal 10 cm, screening 05 setebal 5 cm, dan pasir setebal 10 cm.
Untuk rumputnya, Lestarindo Soccerfield menggunakan jenis Zoysya Matrela Linemer. Jenis rumput ini memiliki sifat lembut tetapi kuat, serta tahan curah hujan tinggi maupun rendah. Dengan ketebalan yang diatur pada 2,2 cm, bola akan lebih mudah meluncur saat menggelinding menyusur tanah. Jangan heran juga jika mungkin Anda melihat pola lapangan ini berubah-ubah karena setiap tiga hari sekali, rumput memang dipotong dan diubah polanya.
Membentang antara dua gawang di sebelah barat dan timur, lapangan seluas seluas 90 meter x 45 meter ini juga dilengkapi dua tribune terbuka di sisi utara lapangan yang berkapasitas sekitar 50 orang.
Lestarindo Soccerfield yang dibangun sejak pertengahan 2017 ini akan mulai disewakan untuk umum mulai Sabtu (9/2) ini. Untuk menggunakannya, peminat harus merogoh kocek Rp750.000 per jam. Selain itu, lapangan ini juga hanya boleh disewa pada Sabtu dan Minggu, pun hanya dua jam di pagi hari dan dua jam di sore hari. Tujuannya agar rumput di lapangan ini tetap cantik dan terawat.
“Sebagai putra daerah tentu kami senang bisa berbuat sesuatu untuk daerah kami,” kata Direktur PT Harapan Jaya Lestarindo, Marwoto. (Akhmad Ludianto/JIBI)