Masuk Tol, Bus Tak Naikkan Harga Tiket

FARIDA TRISNANINGTYAS

SOLO—Beroperasinya jalan tol Trans-Jawa menjadi berkah tersendiri bagi perusahaan otobus  (PO) khususnya antarkota antarprovinsi (AKAP). Keuntungan itu berupa waktu tempuh yang lebih cepat dan biaya yang lebih hemat. Tak terkecuali sejumlah bus AKAP dengan tujuan dari dan ke Kota Solo.
Petugas bagian ticketing PO Safari Dharma Raya Terminal Tirtonadi, Suyono Raharjo, mengaku tol Trans-Jawa menguntungkan banyak pihak. Menurutnya, waktu tempuh bus terpangkas empat hingga enam jam. Namun sisi negatifnya adalah penumpang tidak bisa sembarangan naik turun lantaran perjalanan ditempuh melewati tol.
“Adanya tol ini bagi kami hal yang paling terasa adalah waktu tempuh yang kian singkat. Kalau soal operasional hampir sama. Misalnya untuk solar itu Rp2 juta, maka Rp500.000 untuk bayar tol. Kru bus tidak masalah,” tuturnya, kepada Koran Solo, Jumat (8/2).
Lelaki yang akrab disapa Yono ini menambahkan PO Safari Dharma Raya antara lain melayani rute Solo–Jakarta pergi pulang dan Solo–Denpasar pergi pulang. Bus jurusan Jakarta berangkat pukul 14.30 WIB, sementara bus rute Denpasar dari Solo pukul 17.00 WIB. Meskipun memanfaatkan tol, tidak ada kenaikan harga tiket. Tiket Solo–Jakarta Rp160.000, sementara Solo–Denpasar Rp260.000.
Ia pun bercerita biasanya bus berangkat dari Solo pukul 14.30 WIB kemudian akan sampai di Jakarta sekitar pukul 05.00 WIB atau 06.00 WIB. Namun demikian, dengan lewat jalan tol bus kelas eksekutif ini sudah tiba misalnya di Kebayoran Lama pada pukul 01.00 WIB. Jadi, ada pemangkasan waktu tempuh empat hingga lima jam. Artinya, perjalanan yang semula sekitar 12 jam hingga 13 jam menjadi hanya 9 jam–10 jam.
Sementara untuk rute Solo–Denpasar, Bali, bus juga bisa hemat waktu. Jalur darat tanpa tol biasa ditempuh 13 jam–15 jam, kini terpangkas 5 jam–6 jam.  “Dulu dari Jakarta ke Solo itu sampai sini pagi jam 7- 8-an, sekarang Subuh sudah masuk kota. Jadi penumpang bisa langsung masuk kerja kalau sampai Solo Subuh, atau pun melanjutkan perjalanan ke kota lain,” imbuhnya.
Menurutnya, kebijakan manajemen untuk melewati jalan tol ini sudah diberitahukan kepada calon penumpang. Misalnya untuk bus tujuan Solo-Denpasar, jika semua penumpang bisa terangkut dari Solo, bus bakal masuk tol melalui pintu tol di Klodran, Colomadu, Karanganyar. Namun demikian, jika mesti mengambil penumpang di Sragen dengan jumlah minimal lima orang, bus masuk lewat pintu tol Pungkruk. Bus ini hanya akan berhenti untuk istirahat di rumah makan Duta, Ngawi, Jawa Timur, kemudian lanjut masuk tol lagi hingga Probolinggo.
Petugas betugas bagian ticketing agen Bus Restu Mulya, Sedya Mulya, dan Wisata Komodo, Redi, juga mengaku diuntungkan dengan adanya tol. Meskipun, ia mengakui ada penambahan biaya operasional untuk pembayaran tol. Akan tetapi, bus ini memperoleh subsidi tambahan dari manajemen sehingga tidak ada kenaikan harga tiket.
Sementara itu, agen Bus Pahala Kencana Terminal Tirtonadi, Rina, mengaku manajemen bus dengan berbagai rute di Pulau Jawa ini memilih tak menggunakan akses tol. Menurutnya, kebijakan diambil lantaran calon penumpang bus AKAP ini tersebar di berbagai agen di sejumlah kota atau kabupaten di Jawa. “Pahala Kencana tidak lewat tol karena agen kami banyak sehingga harus ambil penumpang di masing-masing agen. Kalau PO lain yang tak banyak agennya di Solo, mereka pasti lewat tol,” jelasnya. (JIBI)